AES851 Runtuhnya Dualisme

Sudah ada beberapa tulisan saya tentang ini sebelumnya. Dalam perspektif holistik, dualisme ini tentunya tidak holistik, karena pemikiran holistik meyakini bahwa segala sesuatu adalah satu dan serba terkoneksi. Hanya saja kerja pikiran manusia - terutama daya analitisnya yang cenderung membuat manusia sulit melihat sesuatu secara utuh.
Di salah satu video yang saya pernah saya tonton, saya juga mendapat pencerahan bahwa ternyata otak kiri manusia - yang bekerja didominasi logika, cenderung membuat manusia melihat bagian per bagian. Ya itu tadi, analitis, serba membandingkan dan memberikan simpulan, penilaian bahkan judgement.
Otak kiri ini juga yang mendominasi berbagai proses saintifik di dalam perkembangan peradaban manusia. Proses yang berjalan lebih dari ratusan tahun, konon katanya terutama sejak pandangan-pandangan Descartes dan Isaac Newton jadi menguasai berbagai perkembangannya.
Tampaknya dari situlah mulainya berbagai pandangan spiritual kuno yang sangat kuat di berbagai peradaban besar seperti Yunani, Mesir, India, China, Eropa, termasuk juga pandangan peradaban Indian di benua Amerika, suku Maya dan Inka di Amerika Selatan bahkan juga di Nusantara ini, mulai terkikis eksistensinya. Dilupakan dan digantikan dengan pola pikir saintifik yang mendominasi pola pikir manusia modern hingga hari ini. Mereka pada umumnya berhenti pada pertanyaan yang tidak terjawab - yang disebut sebagai The Hard Problem of Consciousness. Ada juga cerita tentang Einstein yang terganggu saat beberapa teorinya tidak terjawab dan beliau menyebutnya sebagai Spooky Action at a Distance.
Mentoknya eksplorasi ilmiah inilah yang sepertinya berujung pada teori Mekanika Kuantum yang mendekat ke kesimpulan bahwa kedua pendekatan ini pada dasarnya sama dan tidak terpisahkan. Spiritualitas dan Sains - Ajaran Leluhur dan Fisika Kuantum bicara tentang hal yang sama - walaupun sudut pandang dan istilah-istilahnya berbeda. Inilah yang menarik dari perjalanan peradaban dan pencarian manusia akan jawaban tentang kesadaran.
Video ini - yang berbahasa Indonesia menjelaskan hal ini dengan cukup sederhana. Mulai banyak juga - bermunculan akhir-akhir ini berbagai kanal Youtube berbahasa Indonesia yang mengupas hal ini. Jadi memudahkan bagi kita semua untuk memahami hal-hal tentang ini. Bahwa ini beriringan dengan munculnya kesadaran baru - saya yakin demikian. Jadi ya. Mari terus belajar dan membangun kesadaran kita - bertumpu pada spiritualitas kita, karena manusia pada dasarnya adalah makhluk spiritual.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

