AtomicEssay

AES87 Berjalan Kesepian

reginamirdanpenulis arsip3

Beberapa waktu lalu aku diberikan kesempatan untuk jalan jauh bersama kakak-kakak smipa, di hari pertama kami berjalan bersama mungkin sekitar 8 KM jauhnya. Di hari kedua kami berjalan menanjak menuju sebuah bukit yang biasa disebut gunung batu. 

Perjalanan pertama kami jalani bersama dengan riang gembira sambil mencari beberapa gambar yang sebelumnya sudah diberikan, sepanjang jalan banyak hal yang bisa ditertawakan, berlebihan bila ku bilang perjalanannya tidak melelahkan tapi kukira cukup menyenangkan sampai melampaui rasa lelah itu. 

Hari berikutnya, kami berjalan mengejar matahari terbit. Ada yang berbeda karena kami berjalan sendiri-sendiri, masing-masing diberi jarak agar tidak kontak satu sama lain, tidak ada hal yang bisa dilakukan selain merenung sambil terus melangkahkan kaki pada saat itu. Karena jalannya menanjak, nafas menjadi terasa lebih berat, berkali-kali kubilang pada diriku untuk mengatur nafasku. Perjalanan di hari kedua memang tidak sepanjang perjalanan pertama namun ada peningkatan ketinggian sehingga jalan yang ditempuh lebih menanjak. Dan memang terasa lebih berat. 

Selalu kubilang bahwa “puncak bukan tujuan” namun selama ini aku tak pernah punya kesempatan berjalan sendirian, sehingga mungkin kata-kata itu terdengar kosong saat itu. Kini aku lebih memahami bahwa sebuah perjalanan bukan hanya tentang arah dan tujuan, bukan hanya tentang bagaimana caranya kita sampai kesana, yang lebih kuhargai ialah orang-orang yang membersamaiku. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing kalo kata peribahasa, berjalan sendirian pun aku bisa tapi aku tak mau berjalan kesepian. Walaupun terkadang, saat benar-benar lelah aku akan menghemat kata-kataku tapi keberadaan orang disekitarku membantuku untuk menghayati perjalanan menuju puncak bonusnya berbagi lelah dan rasa aman bersama.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES115 Efisiensi

Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

reginamirdan10
AtomicEssay

AES114 Berjalan Lebih Jauh

Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

reginamirdan10
AtomicEssay

AES113 Angin itu Punya Siapa?

Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB. Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya. Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tert…

reginamirdan31