AES#87 Limbah Obat

Punya obat rusak atau kedaluwarsa? Jangan dibuang sembarangan!
Belakangan ini lagi viral bahwa Laut Jakarta tercemar paracetamol konsentrasi tinggi. Kok bisa ya? Usut punya usut, ada dugaan bahwa salah satu sumbernya adalah dari limbah rumah tangga masyarakat Jabodetabek.
Limbah rumah tangga yang ada obatnya? Bukannya itu aman kalau dibuang?
NO! Limbah obat menurut WHO sangat berpotensi merusak lingkungan. Karena itu, obat-obatan harus dibuang sesuai regulasi yang sudah diatur oleh BPOM. Namun, sepertinya masih jarang diketahui dan jarang diterapkan di rumah, ya?
Gimana sih cara buang obat yang benar menurut BPOM RI?
Obat padat (tablet, kapsul, serbuk)
Keluarkan obat dari kemasannya lalu hancurkan (ditumbuk, dsb)
Rusak/gunting kemasannya agar kemasannya tidak disalah gunakan
Taruh campurannya dalam wadah yang bisa ditutup agar tidak tumpah atau bocor
Baru dibuang :D
Obat semi padat (salep krim, gel)
- Isi obat dari kemasan dikeluarkan lalu ditimbun di tanah
- Bungkusnya dirusak atau digunting agar tidak disalah gunakan
Obat cair (sirup)
Cara 1:
Periksa adanya endapan atau apakah obat sudah mengental. Jika sudah, kocok atau tambahkan air agar encer
Keluarkan cairan obat lalu encerkan dengan air
Buang ke dalam saluran air yang mengalir
Cara 2:
- Tuang cairan obat dalam plastik
- Tambahkan barang padat yang tidak enak, misalnya ampas kopi, tanah, dsb
- Tutup plastik dengan rapat
- Buang plastik ke tempat sampah
Cegah penyalahgunaan bekas wadah obat
Wadah berupa plastik atau botol:
- Hilangkan semua label dari wadah dan tutup botol
- Rusak botol, pot plastik, atau botol kaca dengan digunting atau dipecah
- Buang di tempat sampah
Menggunting atau menghancurkan wadah berupa box atau dus atau tube.
CAUTION
Antibiotik
JANGAN DIBUANG LANGSUNG KE SALURAN AIR ATAU DITIMBUN DI TANAH
Limbah antibiotik dapat mencemari air, tumbuhan, atau hewan yang kelak dikonsumsi manusia, maka akan terjadi resistensi antibiotika.
Sebaiknya, dibiarkan tetap dalam kemasannya, namun sebelum dibuang, larutkan dengan air atau tanah atau ampas kopi lalu ditutup rapat. Jangan lupa juga untuk menghilangkan label obat pada kemasannya dan buang ke tempat sampah.
2. Inhaler atau aerosol
- Jika sudah kosong, langsung buang aja ke tempat sampah.
- Jika masih ada namun tidak digunakan, kembalikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
- Jangan dilubangi, digepengkan, atau dibakar karena dapat meledak.
3. Obat kanker
Caution: Dapat merusak sel kanker dan sel sehat sehingga sangat berbahaya. Oleh sebab itu…
Kumpulkan sisa obat, sisa kemasan, serta sarung tangan dan wadah yang bersentuhan dengan obat tersebut ke dalam satu wadah tertutup.
Kembalikan ke rumah sakit tempat mendapatkan obat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES#73 The Correlation Between Human and Environmental Rights
70 tahun sejak Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada 10 Desember 1948, hak asasi manusia masih saja menghadapi krisis yang parah. Krisis ini berdampak pada lingkungan, khususnya pada hak asasi manusia atas lingkungan. Memburuknya hubungan antara hak asasi manusia dan lingkungan hidup mengakiba…

AES#34 The Horror Of Climate Change
Don’t you feel the air is getting hotter these days? Do you also feel that days are passing by very quickly? Ever wonder why? Apparently, those are the effects of climate change. Climate change is a change in the pattern of weather, and related changes in oceans, land surfaces and ice sheets, occur…

AES124 - Mengenai Sampah
Sudah dua minggu penjelajahan, mengurus rumah dan membagi tugas antara kami berenam saja. Mulai terlihat betapa segala hal yang kami lakukan ada dampaknya. Harus rajin mencuci baju, kalau tidak akan repot mencari tempat di jemuran. Senang sekali rasanya lihat banyak jemuran kering. Harus segera man…

