AES88 Mengambil Jeda

Secarik kisah lalu kembali terusik
Meski hadirnya kini tanpa hujan yang merintik
Membuka setitik ruang penuh dilema
Hempaskan nyata tentang luka di ambang koma
Kami bukan memilih lupa
Bukan pula sulit menyapa
Yang luruh biarkan dulu berpeluh
Hingga tak ada alasan untuk menjadi angkuh
Kami tak hanya memilih diam
Mengurai simpul terkadang tak butuh paham
Yang lekat biarlah terus mendekat
Agar tak ada celah untuk berdebat
Detik waktu berdenyut mengiringi laku
Perangainya seringkali berubah ikuti jalan berliku
Namun, ada kalanya daya tak bersambut
Tak mengapa, selama upaya tak berangsur surut
Dan jika jeda adalah sebuah penanda
Ijinkan langkah menuju arah berbeda
Kelana jiwa dalam meracik makna
Sampai bertemu di ranah penuh warna
Komentar (2)
Yaay, ada tulisan Bubuy lagi muncul... Hayu Buy kita lanjutkan lagi nulis di Ririungan...
Hihi, iya kak Andy, ternyata sulit untuk bisa konsisten. Mudah²an bisa dicoba. Terima kasih kak Andy
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES99 Suaka Paling Nyaman
Empat bulan kurang lima hari sejak anakku boarding, akhirnya aku mulai menemukan pola rutinku sendiri setelah beberapa saat aku seperti orang yang lagi belajar juggling. Apa kata yang tepat ya? Riweuh? Iya, riweuh berujung rudet. Dan baru aku tersadar kalau ternyata selama ini rutinitas yang aku la…

AES98 Melihat Sisi Positif
Tulisan ini berawal dari beberapa hari lalu aku dikirimin sebuah video yang bagiku terasa begitu menyayat hati, tentang seorang ayah yang menyuruh anaknya untuk membuang medali dan menyobek lembar sertifikat lomba yang diraihnya. Menurut sumber yang mengirimkan video, perlakuan itu karena sang anak…

AES97 Gerbang Kisah
Dua pekan yang lalu, sebelum jadwal penjengukan, akhirnya aku dan anakku bisa berbincang lewat gelombang suara. Lucu juga rasanya, padahal kesempatan seperti ini relatif longgar, tapi tetap saja menjadi sebuah momen yang ditunggu-tunggu. Di akhir pembicaraan, anakku bilang, ‘Bu, inget kan tulisan d…
