AtomicEssay

AES88 Menjadi Manusia SMIPA #1

matheusaribowopenulis arsip2

Mentari meluncur turun, meninggalkan hari yang meredup, juga napas kami yang masih terengah-engah. Jarak 8km bukan jarak yang jauh, sekaligus tidak bisa dianggap dekat. Tetap saja ada rasa lega ketika memasuki gerbang Smipa, usai berlari beradu siasat berkelit dalam padatnya jalanan Pasteur pada jam pulang kerja. Setelah semua rombongan tiba, ada panggilan tak terduga menyasar gawai Kak Bayu. Sebuah kabar bahwa seorang Ejas, lulusan SMP Smipa TP20 masih berada di jalur lari. Hanya Kak Bayu yang tidak bingung, sebab kepadanya Ejas berkabar bahwa akan ikut serta sore ini.

Bersamaan dengan keringat yang mulai menyatu dengan udara malam yang masih sangat muda, Ejas melepas lenguh tanda lega karena telah tiba. Sembari meredakan lelah, Kak Bayu dan Ejas terlibat dalam sebuah diskusi yang begitu sengit. Sesekali kucuri dengar, mereka tengah asyik menguliti isu sederhana yang tidak sederhana, KEBEBASAN. Pada ujung diskusi, Kak Bayu mengundang saya terlibat. Dengan sebuah tanya yang langsung mengundang jawab, Ejas dengan tegas dan jelas menjawab, "Menurutku sekolah yang sekarang kurang pas sama aku. Aku di sana jadi pelajar, bukan pembelajar." Jawaban yang sangat menarik dan bertaut dengan tema besar Smipa TP21 ini, Spiritualitas dan Kesadaran.

Suatu malam yang panjang, menyediakan kemarahan dalam jilid dan seri yang seolah tak berujung. Apalagi jika bukan lontaran-lontaran pernyataan dan sikap dari penyelenggara negara kita tercinta ini yang entah bagaimana bisa se"ajaib" itu. Kebijakan tanpa dasar dan tidak berpihak pada rakyat terus saja mereka terbitkan agar permakluman masyarakat tumbuh di tengah tandusnya kemanusiaan. Tengah malam lewat 4 menit, pesan dari Saski, lulusan KPB Smipa TP20 membuyarkan kantuk yang hampir menetas di penggorengan mimpi. Alhasil, mataku melotot selebar telur mata sapi. Saling berbalas pesan dan sesekali memaki pejabat negara ini. Satu ujaran Saski yang menarik ialah, "Jujur kak, setiap aku cape belajar, aku kayak: Nooo! study Sas, ur country is falling apart!"

Lagi-lagi sebuah jawaban dan ujaran yang sangat menggambarkan spirit Smipa, Spiritualitas dan Kesadaran. Tanpa saya jelaskan pun, pasti rekan-rekan sekalian sudah mengerti maksud dari 2 cerita di atas. Semoga kita senantiasa diberikan keberanian untuk berada di jalur spirit dan sadar. Amin.

Komentar (1)

Andy Sutioso

Wow...

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 102 Berbagi Jalan

MengALAMI kembali pengALAMAN intens bersepeda di jalanan Bandung sebulan ini, gagasan utopisku tetiba muncul. Bahwa mungkin dengan naiknya tren bersepeda serta konsistennya kami, BaikSirkel dalam mengisi ruas-ruas jalanan kota dengan sepeda, akan TURUT MEMELANKAN RITME KOTA YANG RASANYA SEMAKIN TER…

matheusaribowo22
AtomicEssay

AES 101 Kembali ke Akar?

Frasa "Kembali ke Akar" akan selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk diuji dan dicerna di lambung pikir dan rasa. Pada sebuah hari yang santai, karena memang begitu hari-hariku kini, tetiba panggilan suara berkunjung ke gawaiku atas nama Bayu Mango. Dari balik telepon itu tertangkap sehelai pe…

matheusaribowo30
AtomicEssay

AES 100 Sampai

Sampailah kita pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa, mengantarkan Kawan Marwas ke depan pintu gerbang petualangan dan jenjang baru, kelas 4. Tak lupa juga jenjang lain yang pernah bertualang bersama dan berbagi kegembiraan. Bersamaan dengan ini, berakhir pula masa bakti saya sebagai te…

matheusaribowo22