AES888 Memproyeksikan Harapan Masa Depan

Kita tahu situasi peradaban sedang tidak baik-baik saja. Di mana-mana. Bencana alam, perang, krisis ekonomi dan lain sebagainya. Di mana-mana terjadi - bukan hanya di Indonesia. Ngobrol sekilas dengan kak Nia, saat bencana banjir melanda Sumatera pada saat yang sama, di banyak negara juga terjadi bencana yang tidak kalah mengerikan. Hanya saja mungkin kita tidak menempatkan perhatian atau sebaliknya berbagai media sudah juga kebingungan meliputnya.
Sebetulnya hal ini sudah berlangsung lama di tengah berbagai distraksi yang terus dimunculkan melalui media sosial sejak beberapa tahun lalu. Perubahan situasi terjadi semakin cepat - diakselerasi sejak terjadinya Pandemi COVID beberapa tahun lalu.
Apapun itu dan bagaimanapun situasinya hari ini, saya yakin kita punya alternatif lebih baik untuk kehidupan kita dan anak-anak kita di masa depan. Sejalan dengan perubahan siklus alam semesta - yang membawakan pergeseran frekuensi bumi ke tingkat vibrasi yang lebih tinggi, kita mulai perlu lebih banyak menyadari dan mengimajinasi berbagai sistem kehidupan yang lebih baik, lebih berkesadaran. Sistem kehidupan yang lebih memungkinkan kita semua saling terkoneksi - antara semesta kecil dan semesta besar. Berangkat dari kesadaran bahwa kita semua adalah satu dan tidak terpisahkan.
Seperti biasa, saya titipkan satu video pendek yang bisa jadi visi, jadi inspirasi bagaimana peradaban ke depan bisa di bangun.
Dan ya, tolong jangan terjebak dan berkutat di kata-kata socialism - yang digunakan sebagai judul video di atas, jangan juga ditarik-tarik ke konsep sosialisme atau berbagai hal yang kekiri-kirian. Sosialis itu dalam pemaknaan yang mendasarnya kan baik ya - untuk kebaikan bersama. Di sisi lain, kita sudah merasakan kok bagaimana dampak dari kapitalisme yang membuat begitu banyak kerusakan di berbagai dimensi kehidupan manusia. Jadi tonton videonya sampe tuntas - supaya tidak salah paham dan tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan.
Iya kalau boleh dibilang - seperti yang disampaikan kak @diki-muhammad-noor di POT tentang kita buat peradaban baru, memang demikian. Apakah salah kalau kita punya mimpi untuk mewujudkan peradaban yang baru - kondisi di mana segala sisi kehidupan bisa kita hidupi dengan penuh harmoni, berpijak pada kesadaran yang baru dan membawakan kebahagiaan yang lebih hakiki bagi semua. Mari kita bangun mimpi itu bersama. Toh mimpi itu gratis. Saya pernah nulis juga di sini tentang berpikir besar. Mari mengimajinasikan kebaikan - karena hal itu yang akan menggiring kita ke sana.
Bagaimanapun dulu, Semi Palar pun, Rumah Belajar kita semua juga hanya sebatas pemikiran dan angan-angan, sudah termanifestasikan dan sekarang jadi kenyataan. Mari kita menyimpan visi - pandangan masa depan yang penuh kebaikan untuk anak-anak kita di masa depan. Kita semua hidup di jaman yang rasanya penuh kekacauan - jadi kita semua punya peluang besar untuk menata ulang dan bersama-sama membangun peradaban baru. Salam.
Photo by stayhereforu: https://www.pexels.com/photo/fading-hand-and-city-behind-16612358/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

