AES89 Menjadi Manusia SMIPA #2

Dalam sebuah obrolan yang kadar santainya 80%, di sebuah warung kopi yang kursinya terisi 80%. Seorang mantan Kakak Smipa mengalirkan pertanyaan-pertanyaan seputar hidup dan kehidupan di Smipa. Ruang hidup kita bersama, selaku keluarga Smipa. Mungkin bagi sebagian Kakak Smipa, dalam sehari, hampir 80% isi lamunannya adalah soal Smipa. Ya, kalau kebanyakan mungkin lebih dari 65%, atau 50%, deh. Belum pernah ada surveinya, sih. Tapi intinya, tidak kurang dari 50% kehidupan kami sehari-hari, ya soal Smipa. Sampailah pada topik yang sederhana namun sering tak terekam.
"Sedih tuh, kalau liat anak Smipa udah nggak antusias lagi pas liat kupu-kupu terbang. Sedih tuh, kalau liat anak Smipa tidak lagi menceritakan rasa syukurnya karena melihat langit sore yang merona jingga atau terkadang merah muda."
Pernyataan di atas kami sepakati hanya dengan senyum yang saling bersambut. Tentu saja pertanyaannya, "Bagaimana sekarang?"
Bagaimana sekarang? Siang tadi, bersyukur mendengar sorak sorai anak-anak yang begitu lepas merayakan hujan di area bak pasir. Tentu saja orangtuanya ada di sana, di depan kantor, menyaksikan sembari berbincang ringan dengan orangtua lain. "Ah, indah sekali."
Semoga tetap ada dan banyak, perayaan-perayaan terhadap hal-hal yang dianggap "tak berguna" bagi kehidupan modern yang serba cepat dan transaksional ini. Semoga budaya merayakan hal-hal sederhana dan "kesia-siaan" tetap lestari di perubahan iklim jaman yang makin "nggak seru" ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 102 Berbagi Jalan
MengALAMI kembali pengALAMAN intens bersepeda di jalanan Bandung sebulan ini, gagasan utopisku tetiba muncul. Bahwa mungkin dengan naiknya tren bersepeda serta konsistennya kami, BaikSirkel dalam mengisi ruas-ruas jalanan kota dengan sepeda, akan TURUT MEMELANKAN RITME KOTA YANG RASANYA SEMAKIN TER…

AES 101 Kembali ke Akar?
Frasa "Kembali ke Akar" akan selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk diuji dan dicerna di lambung pikir dan rasa. Pada sebuah hari yang santai, karena memang begitu hari-hariku kini, tetiba panggilan suara berkunjung ke gawaiku atas nama Bayu Mango. Dari balik telepon itu tertangkap sehelai pe…

AES 100 Sampai
Sampailah kita pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa, mengantarkan Kawan Marwas ke depan pintu gerbang petualangan dan jenjang baru, kelas 4. Tak lupa juga jenjang lain yang pernah bertualang bersama dan berbagi kegembiraan. Bersamaan dengan ini, berakhir pula masa bakti saya sebagai te…