AES900 Kembali ke Medium

Bulan Maret 2023, saya sempat mengaktifkan kembali keanggotaan saya di Medium. Saya menulis singkat di sana, judulnya singkat : I'm Back, well... Sort of... Ternyata saat itu, posting itu jadi posting terakhir saya di sana, saya tidak jadi kembali menulis di sana, saya malah meneruskan menulis di Ririungan yang jadi rumah penulisan saya selama 3 setengah tahun terakhir ini.
Hari ini di Ririungan angka esai saya menyentuh angka 900. Ya, ada beberapa tulisan saya di Ririungan yang belum tuntas - tapi seperti biasa saya menyempatkan untuk menuntaskan tulisan-tulisan itu. Apapun, saya senang bisa menulis cukup konsisten di Ririungan dan hari ini, saya kembali mengaktifkan keanggotaan saya dan mulai menulis di Medium. Mudah-mudahan terus berlanjut dan saya bisa konsisten mengisi dua ruang penulisan ini.
Lalu apa tujuannya? Hmm, entah ya, ada beberapa tujuan sebetulnya. Medium itu platform penulisan yang menurut saya keren. Mirip-mirip dengan Ririungan, Medium itu platform menulis kolektif. Jadi kita bisa mengikuti dan mengapresiasi tulisan-tulisan penulis lainnya seperti halnya di Ririungan. Tampilannya tentu berbeda, tapi berbeda dengan wordpress yang saat ini sudah sangat diverse penggunaannya - bahkan bisa digunakan sebagai marketplace, Medium tetap konsisten dengan nichenya (ceruknya) sebagai platform penulisan.
Bedanya ruang lingkup Medium itu kan global, sangat luas. Saya pernah baca satu kutipan pendek bunyinya, "Write, you may inspire others". Saya percaya itu, karena pengalaman kehidupan manusia berbeda. Kalaupun pengalamannya sama, misalnya sama-sama terjebak kemacetan, saya percaya pemaknaan manusia tentunya berbeda. Tak mungkin sama. Keberagaman adalah algoritma penciptaan Tuhan.
Jadi dari sekian ratus tulisan saya yang sempat saya tuliskan di Ririungan, pertama-tama saya menulis untuk diri saya sendiri, tapi kalau ada rekan yang kebetulan membaca tulisan saya, itu jadi bonus saja. Ada kebermanfaatan lebih besar dari tulisan yang sempat dipublikasikan.
Di sisi lain kata-kata adalah enerji, nah kalau kata-kata ini ditempatkan dalam ruang di mana vibrasi enerjinya lebih terasa, tentunya apa yang kita harapkan lewat berbagai narasi yang ditempatkan akan juga berresonansi dengan vibrasi enerji lain di ruang itu. Kita tidak pernah bisa menduga dengan siapa kita akan terkoneksi dan ke mana koneksi itu akan membawa kita. Ini adalah pemikiran lainnya. Saat ini teknologi informasi memungkinkan hal itu terjadi - kemana sebuah koneksi yang terjalin bisa menentukan arah perjalanan hidup kita selanjutnya.
Terakhir, ini persiapan pensiun, wkwkwk... Siapa tahu bisa dapat pemasukan dari tulisan-tulisan yang saya tempatkan di sana. Ini juga bisa bonus tambahan yang menyenangkan. Jadi banyak positifnya, dan saya merasa, ini momen yang pas untuk mulai - sejalan dengan transisi besar kesadaran yang sudah melewati titik baliknya dan mestinya membawakan banyak kebaikan di waktu-waktu mendatang. Enerji yang disumbangkan akan membantu terwujudnya vibrasi enerji di tataran kesadaran yang lebih tinggi. Salam.
Oh iya buat yang mau mampir, silakan laman saya ada di https://medium.com/@andysutioso.
Hatur nuhuun.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…


