AES91 Hari Bumi 2026

Rasanya kita perlu bercermin,
melihat luka di tubuh bumi, di tubuh semesta besar
Setidaknya, karena kita juga semesta kecil,
yang di dalamnya ada aliran air, ada udara bergerak, ada keruh, ada ombak, terkadang longsor, sering banjir, juga badai dan gelombang
Kita, yang oleh kebaikan dikaruniai akal dan budi, kiranya mengerti,
menyadari, bahwa kehidupan tak pernah berdiri sendiri
Meski masih kita mencari untung sendiri, selamat sendiri,
bahkan benar sendiri
Kita perlu bercermin,
melihat wajah kita di hadapan bumi, semesta besar
apakah ada secuil tulus di antara angkuh dan kerutan ego?
Adakah di sini, di wajah kita, wajah bumi yang tergores ketamakan?
Adakah di sini, di tubuh kita, luka-luka itu dibiarkan kering sendiri?
Abaikah kita pada suara-suara yang memanggil di balik nurani?
Suara bumi, suara kita sendiri, teriak dari semenanjung luka yang menjorok ke permukaan kehancuran.
Kita perlu bercermin,
melihat peradaban yang entah masih ataukah tidak, dibangun di atas ADAB.
Kita mungkin perlu terus bercermin. Meraba luka kita sendiri. Menutup lubang derita kita sendiri, meraih hidup kita sendiri yang dijahit bersama-sama.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES004 Pengalaman Pertama di Musik Sore
Pada tanggal 17 Juni 2022 lalu, aku mengikuti musik sore yang diadakan di pendopo SMIPA. Ini adalah pertama kalinya aku mengikuti acara di SMIPA, dan aku baru tau bahwa musik sore ini dibagi ke beberapa sesi. Aku masuk sesi ke-2, pada urutan ke-3. Aku membawakan lagu “Willie Wagglestick’s Walkabout…

AES 102 Berbagi Jalan
MengALAMI kembali pengALAMAN intens bersepeda di jalanan Bandung sebulan ini, gagasan utopisku tetiba muncul. Bahwa mungkin dengan naiknya tren bersepeda serta konsistennya kami, BaikSirkel dalam mengisi ruas-ruas jalanan kota dengan sepeda, akan TURUT MEMELANKAN RITME KOTA YANG RASANYA SEMAKIN TER…

AES 101 Kembali ke Akar?
Frasa "Kembali ke Akar" akan selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk diuji dan dicerna di lambung pikir dan rasa. Pada sebuah hari yang santai, karena memang begitu hari-hariku kini, tetiba panggilan suara berkunjung ke gawaiku atas nama Bayu Mango. Dari balik telepon itu tertangkap sehelai pe…

