AtomicEssay

AES91 Thai Cave Rescue

reginamirdanpenulis arsip2

SPOILER ALERT!!!

Netflix selalu jadi teman favoritku, ia selalu ada kapanpun aku butuh. Dia juga selalu menyajikan berbagai hidangan yang bebas kupilih menurut mood-ku.

Sore kemarin sebuah serial muncul di beranda netfixku judulnya ‘Thai Cave Rescue’. Hmmm sepertinya aku tahu kisah ini, tentang kelompok anak yg tergabung dalam klab sepakbola yang terjebak di gua selama 14 hari dan berhasil selamat berkat sang pelatih yang mengajarkan meditasi pada anak-anak. 

Tanpa pikir panjang, aku langsung memutarnya. Ceritanya sangat menarik sampai aku tidak rela berhenti dan tidur larut malam sambil terus menguatkan diri. Namun pertahanan diriku hanya sampai jam 12 malam (seperti cinderella saja haha). Aku berhenti di 3/4 episode 5 karena sudah mulai terkantuk-kantuk, jadi kuputuskan untuk melanjutkan di esok hari daripada nontonnya ga fokus. 

Pagi ini, sebelum sarapan aku bertekad menyelesaikan series ini karena sangat penasaran dengan ceritanya. Di awal episode sang sutradara mengatakan bahwa serial ini terinspirasi dari kisah nyata tapi ada beberapa bagian yang direkayasa untuk memberikan bumbu-bumbu penyedap. Namun menurutku, jalan ceritanya sangat baik tidak terasa lebay atau drama sama sekali. Sampai sekarang aku masih percaya bahwa kejadian aslinya seperti itu haha, sungguh ini tontonan yang layak bukan sekedar untuk hiburan tapi untuk pembelajaran. 

Satu cerita yang membuat aku menangis tersedu-sedu, ialah anak paling muda di klab bola ini yang justru memiliki keberanian yang paling besar. Ia ingin diselamatkan pertama kali padahal ia tahu resiko gagalnya paling tinggi, tapi karena wajahnya kecil, regu penyelamat tidak kunjung menemukan masker yang pas untuknya sampai akhirnya ia diselamatkan paling terakhir. Lalu saat tinggal dua orang tersisa, Mark bilang bahwa ia merindukan masakan ibunya dan dia bilang “aku rela berusaha mati-matian untuk merasakan itu (masakan ibu) kembali. Dan yang paling membuat aku nangis bombay, saat akhirnya Mark dipakaikan masker yang sebenarnya tidak ideal yang membuat aksi penyelamatan jauh lebih beresiko daripada sebelumya belum lagi ditambah kondisinya yang semakin memburuk. Sesaat sebelum mulai Mark berkata ‘mari kita berangkat, kita juga harus berusaha menentukan takdir sendiri’ .

Ini gila sih, ini wajib ditonton sih guys jangan sampai akhir pekanmu berakhir tanpa nonton serial ini. Plis tonton bagus banget 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES18 Human

Setelah diskusi di hari belajar jumat kemarin aku makin tertarik untuk mendalami diriku, mendalami manusia secara utuh dan ya sudah banyak sekali penelitian tentang tubuh kita ini yang disajikan dimana-mana, kita cuma butuh untuk meluangkan waktu untuk menikmatinya. Lalu aku dipertemukan dengan fil…

reginamirdan10
AtomicEssay

AES176 Perfect Days: Bagaimana Cara Mencintai Kesederhanaan?

Baru-baru ini aku nonton Perfect Days karya Wim Wenders, dan rasanya langsung nyambung banget sama pengalaman nonton Taste of Cherry dari Abbas Kiarostami. Keduanya bisa dibilang “slow cinema” murni, tapi punya rasa yang kontras meski sama-sama minimalis. Taste of Cherry terasa lebih gelap dan filo…

carloslos42
AtomicEssay

AES116 - Komorebi

Hirayama adalah seorang lelaki paruh baya yang menjalani hari dengan rutin sederhana sebagai pembersih toilet umum di Tokyo. Tiap pagi dia bangun, menyiram tanaman, mengenakan seragamnya, melepaskan jam tangannya. Dia keluar, tidak mengunci pintu rumahnya, membeli kopi dari vending machine, dan men…

Ara Djati41