AtomicEssay

AES95 supir perempuan

innocentiainepenulis arsip2

Sedari siang udara sudah terasa dingin. Segera kubereskan peralatan kerja dan pekerjaan rumah yang masih menunggu. Masih tersisa sedikit ganjalan dari pertemuan pagi tadi. Tapi kuputuskan untuk menaruh dulu saja. Tak guna terus terganggu dan memikirkan keanehan itu. Hujan rintik mulai membesar, langit menjadi putih. Kujerang air, dan menyeduh kopi dalam cangkir. Lalu bergelung di pojok tempat duduk dan mulai membaca. Buku masih menjadi salah satu caraku untuk mengalihkan sekaligus memusatkan perhatian dari banyak hal yang sedang berjalan di keseharian. Satu, dua cerita pendek dari buku yang belum sempat aku baca sepertinya cukup mengisi waktu jeda sore sebelum menyiapkan makan malam.

Cerita pendek Murakami yang berjudul Drive My Car. Seorang aktor, membutuhkan supir karena penglihatannya belum pulih benar. Montir yang sudah bertahun ia percayai untuk merawat Saab 900 convertible kuningnya, merekomendasikan seorang supir. Meski perempuan, supir tersebut mengemudi dengan baik. Dan memang terbukti. Ia mengendarai Saab tersebut dengan lancar, halus, tak terasa ada hentakan saat berpindah gigi. Injakan pada pedal gas ataupun rem ringan dan hati-hati, bergerak lincah di antara lalu lintas kota yang padat, ataupun di ruas-ruas jalan tol. Ekspresinya memang cenderung datar, emosinya tersimpan rapi untuk dirinya sendiri. Namun ia cepat menangkap instruksi lokasi yang dituju, tak banyak bicara, dan hanya menjawab ketika ditanya. Mengemudi dengan fokus tapi tenang dan rileks, membuat sang penumpang merasa aman dan nyaman.

Membayangkannya menyenangkan. Mungkin karena saat makan siang tadi, kebetulan ngobrol tentang cap yang kerap ditempel pada pengemudi perempuan. Biasanya ketika berada di belakang mobil yang jalannya tidak sesuai jalur ataupun kecepatan umum, “Pasti yang nyupir ibu-ibu!” atau komentar-komentar sejenis, kadang dilontar dengan kesal dan penasaran untuk menyalip. Sebagai ibu-ibu, yang juga sekadar bisa menyupir dengan benar, tidak memungkiri bahwa aku juga pernah merasa kesal dengan pengendara lain. Terutama dengan lalu lintas kota yang semakin semerawut. Tapi pada kenyataannya, tidak semua ibu-ibu parah dalam berkendara, dan tidak semua bapak-bapak bisa berkendara dengan benar.

Itu saja sih tulisan hari ini.. :D selamat beristirahat.. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES182 Kolaborasi Buku Anak

Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

innocentiaine11
AtomicEssay

AES181 Terima Kasih!!

Festival Literasi TP 2024-2025 baru saja berakhir, penuh rasa dan syukur. Festival Literasi di Smipa bukan acara yang wah dalam arti mewah atau meriah saja. Yang ingin dicapai bukan sekadar wah. Banyak hal yang ingin kita sasar dan bangun lewat kegiatan ini. Jadi, apa yang membedakan Festival Liter…

innocentiaine100
AtomicEssay

AES180

Sudah cukup lama tidak mengunjungi akun Ivan Lanin. Biasanya pada periode merapot, saya suka melihat-lihat postingan beliau. Banyak dapat info perkembangan bahasa Indonesia yang jarang sekali dapat perhatian. Unggahan uda selalu menarik, dengan nuansa humor yang kocak, sekaligus mengajak pembaca be…

innocentiaine20