AES96 Pelangi di Piringku

Zahir
memelan
riak
dan
bintang-bintang.
Beberapa bulan ini, saya atau kami (Maya Bajawa = MAmat YAnti BAtak dan JAWA), mulai konsisten sarapan dengan menu rebusan yang berwarna-warni. Bukan hanya 2 atau 1 warna. Misal yang selalu ada adalah ubi ungu, labu, telur rebus, dan jagung. Seperti seorang teman di Jogja yang punya gerakan di instagram; @pelangidipiringku. Barulah kemarin kucoba untuk posting di instastory dan menandai gerakan temanku itu. Dia pun membalas, setelah mengapresiasi, ia juga menyarankan untuk menambah sayur (warna hijau) di dalam piring sarapanku.
Jadilah pagi ini, tiba-tiba di sebelah penjual makanan rebus langganan kami, ada penjual pecel. Ah, sungguh sebuah kebenaran! Sebab tak ada kebetulan. Kubelilah pecel sebagai pelengkap rebus-rebusan. Hal sederhana nan indah terjadi di sini. Mungkin kami adalah pembeli pertama pecel itu pagi ini. Kami melihat mata yang menyinarkan harapan dari ibu penjual, disusul anak dan suaminya yang baru datang dan melihat ibu dan istrinya ada pembeli, serentak, dengan senyum dan sinar mata dan wajah yang sama, menyapa. Seketika, haru terbit di hati kami. Seolah menyusul mentari yang lebih dulu terbit pagi tadi.
Di motor, kemudian kami membahasnya.
"Kebaikan itu seperti riak, ya. Riak yang semakin lama menjadi ombak." ujarku berusaha mengandaikan momen yang kami alami pagi ini. Kemudian Yanti juga mengandaikan sesuai apa yang ia rasa,
"Kebaikan itu seperti bintang, kecil-kecil di langit, tetapi kalau semua orang berbuat baik, langit yang gelap menjadi indah."
Segera kami sepakat, karena percakapan berubah dan berpindah menjadi dialog di hati dan pikiran kami masing-masing setelahnya. Terima kasih.
Komentar (1)
Di luar sarapan kak Mamat yang seperti pelangi, sesungguhnya setiap saat warna-warni hadir di sekitar kita. Sayangnya pikiran-pikiran manusia mudah sekali menjadikannya kelabu...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 102 Berbagi Jalan
MengALAMI kembali pengALAMAN intens bersepeda di jalanan Bandung sebulan ini, gagasan utopisku tetiba muncul. Bahwa mungkin dengan naiknya tren bersepeda serta konsistennya kami, BaikSirkel dalam mengisi ruas-ruas jalanan kota dengan sepeda, akan TURUT MEMELANKAN RITME KOTA YANG RASANYA SEMAKIN TER…

AES 101 Kembali ke Akar?
Frasa "Kembali ke Akar" akan selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk diuji dan dicerna di lambung pikir dan rasa. Pada sebuah hari yang santai, karena memang begitu hari-hariku kini, tetiba panggilan suara berkunjung ke gawaiku atas nama Bayu Mango. Dari balik telepon itu tertangkap sehelai pe…

AES 100 Sampai
Sampailah kita pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa, mengantarkan Kawan Marwas ke depan pintu gerbang petualangan dan jenjang baru, kelas 4. Tak lupa juga jenjang lain yang pernah bertualang bersama dan berbagi kegembiraan. Bersamaan dengan ini, berakhir pula masa bakti saya sebagai te…
