AtomicEssay

AES99 1%

reginamirdanpenulis arsip2

Angka 99 sering mengingatkanku pada sebuah kalimat “kesempurnaan hanya milik Tuhan”.

Angka 99 rasanya merepresentasikan itu, cukup sampai 99 saja tidak sampai 100. Karena kita sebagai manusia tidak ada yg sempurna dan tidak pernah sempurna.

Dalam keseharian yang lebih dalam, jalan menuju kesempurnaan justru banyak jebakannya. Bahkan kadang jalannya sendiri adalah jebakan, kadang kita terlalu yakin pada diri hingga lupa bahwa kita tidak sempurna dan menutup penerimaan pada kesalahan juga kekalahan. Kita jadi lupa bahwa dalam setiap kebenaran pasti ada kesalahan dan dari setiap kesalahan pasti ada kebenaran. Sesuatu tidak mutlak benar atau mutlak salah.

Bahkan benar dan salah pun adalah pelabelan dari manusia yang bias objektivitasnya.

Kuncinya mudah agar tidak terjebak dalam kesempurnaan, yakni mawas diri. Tapi tentu saja mawas diri bukan hal yg mudah untuk dilakukan.

Selalu sediakan ruang kosong untuk kesalahan, yakin diri ini melakukan hal benar tapi mungkin ada salahnya juga. Memberikan ruang kosong setidaknya 1% untuk kesalahan akan memudahkan kita menerima saat kesalahan itu benar-benar terjadi.

Menjadi tidak terlalu kecewa pada diri, juga akan menghindarkan kita dari pertumbuhan benci.

Komentar (1)

Andy Sutioso

Selamat sudah menyentuh angka 99 - berikutnya sudah jadi 3 digit ya kak Gina. Keren.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES115 Efisiensi

Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

reginamirdan10
AtomicEssay

AES114 Berjalan Lebih Jauh

Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

reginamirdan10
AtomicEssay

AES113 Angin itu Punya Siapa?

Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB. Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya. Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tert…

reginamirdan31