HARMONI

Hari itu terasa udara di kota Bandung seperti tidak biasa , ketika di pagi hari sungguhlah dingin , serta belum lagi angin nya
yang berhembus menambah keseriusannya sebuah hari yang tidak biasa , Kota Bandung memang akrab dengan udara dan
cuacanya yang sejuk , tapi kinipun sudah tidak sedingin dan setajam ketika bandung pada dekade tahun 80an , ya itu adalah
proses perjalanan sebuah kota yang kian tahun kian berubah .
Seperti biasa pagi dan hari itu saya melaksanakan tugas kegiatan di sekolah , mengamati situasi proses pembelajaran ,
memantau dan memfasilitasi kebutuhan program di kelas , yang semua itu harus siaga agar semuanya terkoordinir dengan
sangat baik , dari setiap sudut ruang kelas serta dari setiap program kelas selalu ada saja yang sifatnya lucu dan menye -
nangkan , seolah anak anak itu tidak ada istilah letih atau bosan dan ini penanda bahwa sekolah adalah menyenangkan .
Maka jam dan waktupun berjalan perlahan tidak terasa hari sudah menuju siang , kini saatnya istirahat sejenak yang seperti
biasa saya mencari secangkir teh panas serta sedikit cemilan untuk mencoba menghela nafas panjang .
Kalau sudah menuju di siang hari maka udarapun cukup panas terasa , saya coba duduk istirahat di bawah pohon rindang
yang kebetulan para bapak bapak supir serta ada satu orang tua murid juga lagi pada kumpul menunggu jam pulang , kini
waktu sudah menunjukan pukul 11.15 menit , saya duduk rilek ngumpul sama mereka dan mencoba ikut nimbrung apa yang
sedang mereka obrolkan kok sepertinya seriuas sekali , awalnya saya agak bingung mengikuti kemana arah pembicaraan
nya , dan akhirnya saya bisa mengikuti obrolan ini .
Wah ternyata memang serius sekali mereka berdialog , dan saya pun kaget luar biasa , bagi saya ini sebuah kejadian dan
momen yang sangat baik , saya amati pembicaraan obrolan ini dan betul saja rupanya ini adalah Dialog dan Berbagi Ilmu
tentang Agama dan Kepercayaan , begitu serius dan saling bercerita bertukar pendapat tentang beribadah pada ranah
agama masing masing , seperti Pak Opik kebetulan orang tua murid , beliau bercerita tentang kebiasaan beribadah Agama
Katolik seperti kapan perayaan Natal , lalu bercerita tentang doa Misa , lalu tentang Hari Paskah , apa itu Pembabtisan ,
Acara Pernikahan dan hukum serta aturannya , semua beliau ceritakan dengan sangat sederhana dan disinilah terjadi
sebuah dialog serta serring bertanya dan menjawab dari para bapak bapak supir yang kebetulan semua beragama Islam .
Dalam dialog ini terjadi seolah ada saling respect dan saling memahami dalam perbedaan kepercayaan ini , sebuah
dialog yang inten dan berjalan dengan sangat baik , maka selanjutnya saling bercerita dan mencoba berdialog beriktnya
adalah tentang kebiasaan beribadah pada Agama Islam , salah satu bapak supir bercerita apa itu hari Puasa dan Bulan
Ramadhan , apa apa saja yang membatalkan puasa , lalu bercerita tentang Idul Fitri , bayar Jakat Fitrah serta hukumnya
dalam Islam ketika tidak bayar Jakat Fitrah , lalu tentang kapan waktunya Naik Haji serta apa itu Umroh , apa perbedaan
dan maknanya , lalu juga tentang Sholat 5 waktu , Bagaimana hukumnya , bercerita kemudian tentang Pernikahan dan apa
itu arti Mas Kawin serta ijab kabul , semua diceritakan dan saling berbagi pada sesi obrolan ini , saling bertanya dan saling
memahami , bercerita dengan bahasa yang sederhana dan biasa saja , menarik sekali obrolan ini .
Pak Opik sambil senyum dia pun memahami dan sangat respect , begitupun para bapak bapak supir dapat menerima
semua obrolan yang di diskusikan siang itu
Luar biasa peristiwa ini , secara tidak langsung saya menyaksikan sebuah peristiwa kerukunan antar umat beragama , indah
sekali kejadian ini , saling respect saling menghormati , berbagi pengalaman dalam bathin kepercayaan masing masing .
maka selanjutnya dialog obrolan di bawah pohon rindang pun berakhir , karena waktu sudah menunjukan pukul 11.40 menit
waktu Sholat Berjamaah Jumatan pun segera waktunya .
Semoga semuanya berjalan dengan baik , silih asuh silih wawangi , semua di Ridhoi oleh Alloh wataalla , semua di lindungi
oleh Tuhan yang Maha Besar , amiin ...
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 012 KENAPA KITA DITAKUTI DENGAN SIMBOL
Pocong bersenjata tajam mulai menakuti kita. Dia muncul di depan pintu, mengetuk. Seolah menakuti walau malah memberikan aroma bau busuk yang terlacak. Polanya punya jejak panjang dengan teror-teror sebelumnya seperti Kolor Ijo, Dukun Santet, dan sebagainya. Kolor Ijo muncul pada era saat ekonomi o…
Perjalanan
"Andaikan pintu kemana saja benar-benar ada," pikirku di kala itu. Aku sangat ingin jalan-jalan ke berbagai tempat di penjuru dunia, Indonesia khususnya. Namun jika aku melakukan perjalanan ke suatu tempat, pasti yang kupikirkan adalah bagaimana cara agar aku menghabiskan waktu tanpa merasa bosan.…
AES 02 Kembali ke Akar
Tanggal 1 November 2025, Semipalar mengadakan kegiatan POT bertema Kembali ke Akar. Acara yang sangat luar biasa melihat antusias para orang tua berkumpul dengan kepedulian terhadap pendidikan anak-anaknya.Pemaknaan akan "Akar" dari setiap orang akan berbeda-beda. Tapi yang paling berkesan bagi say…
windu1711

