Kusutnya Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

satriatnapenulis arsip2

Mas Menteri Nadiem di hari Senin kemarin (23/8) meminta agar sebagian daerah memulai PTM. Alasannya adalah untuk menghindari menurunnya kondisi psikologis anak dan cognitive learning loss. Lebih lanjut Mas Menteri bicara jika PTM bisa dimulai di daerah yang level PPKM-nya 1-3 dan tidak harus menunggu sampai seluruh siswa tuntas mendapatkan vaksin. Hal ini bertentangan dengan ucapan dari Pak Presiden yang sebelumnya yang mengatakan jika PTM terbatas hanya bisa digelar jika seluruh siswa telah mendapatkan vaksin.

Seperti biasa selalu ada pro dan kontra dibalik ide Mas Menteri. Namun bagi saya yang menarik adalah masih simpang siurnya data yang terkait dengan kebijakan PTM ini. Mas Menteri mengklaim jika 63 persen sekolah di Indonesia sudah bisa melaksanakan PTM. Namun bila dilihat dari indikator kesehatan, kesiapan untuk melakukan PTM dapat dikatakanmasih rendah. Misalnya dari sisi jumlah anak yang sudah divaksin. Berdasarkan data Kemenkes per 21 Agustus 2021 dari target 26,7 juta anak baru 9,17 persen yang sudah divaksin tahap I. Untuk yang sudah lengkap vaksinnya baru 4,49 persen. Adapun untuk guru, data per 9 Juni 2021 menunjukkan jika bari 31,2 persen yang sudah disuntik vaksin tahap I dan baru 19,4 persen yang sudah disuntik tahap dua. Data kesehatan lain yang menunjukkan masih rendahnya kesiapan untuk melakukan PTM adalah masih tingginya positivity rate di Indonesia. Data per 23 Agustus 2021 menunjukkan jika positivity rate berdasarkan tes swab PCR mencapai 25,2 persen. Jauh diatas standar WHO yang sebesar 5%.

Vaksin baru satu indikator untuk menentukan apakah PTM layak untuk dilaksanakan. Indikator lain adalah kesiapan dari sarana pendidikan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Untuk mengecek ini Kemendibudristek mengeluarkan daftar periksa yang harus diisi oleh sekolah. Namun menurut Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), jumlah sekolah yang telah melakukan pengisian daftar tersebut baru 57 persen. Dari jumlah tersebut belum seluruhnya di-review oleh pemerintah daerahnya masing-masing. Kemendibudristek sendiri sebenarnya telah melakukan perhitungan terkait kesiapan sekolah melakukan PTM. Ada yang namanya Index Siap PTM Indonesia. Data per 24 Agustus 2021 menunjukkan jika angka ini hanya sebesar 14,9 persen.

Dari berbagai fakta yang sama temukan. Muncul pertanyaan di benak saya, darimana kira-kira Mas Menteri bisa bilang jika 63 persen sekolah di Indonesia sudah bisa melaksanakan PTM?

Beberapa referensi:

https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar/home/survey-ptm-dashboard-spasial

https://nasional.tempo.co/read/1497138/izinkan-siswa-belum-divaksin-masuk-sekolah-tatap-muka-nadiem-dihujani-kritik

https://nasional.kompas.com/read/2021/06/09/20074161/kemenkes-guru-yang-sudah-divaksinasi-covid-19-dosis-pertama-312-persen-kedua

Komentar (2)

Andy Sutioso

Yess. Memang ruwet ini perkara PTM... memang bukan perkara mudah ya. Tapi ya di Indonesia ga ada yg mudah ya. Apalagi mengatur negara sebesar ini... Terima kasih postingan pertamanya Ben.

ssatriatna

Terima kasih sudah menyempatkan membaca tulisan saya Kak Andy. Harap dimaklum masih jauh dari sempurna.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES443 Leuleus (Gowes Paska Covid)

Senin lalu saya baru mendapat konfirmasi sudah negatif dari COVID yang saya dapatkan sekitar seminggu sebelumnya. Sejak Senin saya sudah mulai kembali beraktivitas di Semi Palar. Mengingat agenda-agenda seminggu sebelumnya terpaksa digeser setelah saya bisa kembali aktif di Smipa. Seminggu kemaren…

Andy Sutioso21
AtomicEssay

AES 467 19, 20, 21

"Hi, Cory. I have my result. It came back negative! Thank God!" Kata saya melalui Teams Tidak lama kemudian saya dapat Balasan: "Jo, I'm so sorry. I have bad news. My result came back positive and I got a call from the health network. I need to go home. I need to grab my backpack from the office re…

joefelus21
AtomicEssay

AES015 Sehat & Holistik

Sebelum era COVID-19, saya teringat perihal kesehatan seakan-akan ada 3 kubu besar yang berbeda pendapat. Kubu pertama dari kalangan orang yang percaya sehat itu dikarenakan pola hidup dari makanan, olahraga, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan fisik atau jasmani. Kubu kedua percaya sehat it…

maulrest51