AES01 Seteguk Kunyit Asem
Tegukan pertama Kunyit Asem dalam hidupku terjadi di usia 4 tahun. Saat itu, Simbok, tukang jamu langganan Ibu selalu lewat setiap hari Rabu. Mungkin Ibu ingin memberikan kesan pertama tentang jamu sebagai sesuatu yang menyenangkan, makanya Kunyit Asem yang manis dan segar menjadi pilihan Beliau diantara jenis-jenis jamu lainnya. Kala itu belum muncul ketertarikan untuk tahu bagaimana proses pembuatan Kunyit Asem dan racikannya. Yang aku tahu hanya rasanya enak.
Beberapa dekade kemudian, barulah aku tahu bahwa racikan Kunyit Asem dibuat dari kunyit, sereh, jeruk dan gula merah. Kunyit yang tumbuh di bawah tanah adalah manifestasi dari Ibu Bumi. Kunyit adalah simbol dari kerendahan hati, bagian tanaman yang memberikan manfaat bagi kita tumbuh dengan cara tersembunyi dari mata manusia. Kunyit perlahan-lahan menyerap kasih sayang sang Ibu untuk memberikan ketangguhan hidup.
Sereh, yang tumbuh di permukaan adalah manifestasi dari hidup. Dia tumbuh bersama-sama menbentuk rumpun. Suatu komunitas. Sereh tak pernah tumbuh hanya sebatang. Sereh tak bisa sendirian.
Jeruk, buahnya yang menggantung adalah simbol dari angkasa. Langit. Langit yang menggelegar. Segar!
Gula merah, diolah manusia dari aren. Ketelatenan pengolah nira untuk memanjat pohon, menyadap aren dan memasaknya selama berjam-jam adalah manifestasi dari Ego manusia. Gula arenlah yang mengharmoniskan semua unsur Bumi, Hidup dan Langit menjadi Tunggal.
Seteguk Kunyit Asem berarti kita memasukkan unsur Alam Semesta ke dalam tubuh kita. Panas dan dingin tetap membawa bahagia.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 02 Kembali ke Akar
Tanggal 1 November 2025, Semipalar mengadakan kegiatan POT bertema Kembali ke Akar. Acara yang sangat luar biasa melihat antusias para orang tua berkumpul dengan kepedulian terhadap pendidikan anak-anaknya.Pemaknaan akan "Akar" dari setiap orang akan berbeda-beda. Tapi yang paling berkesan bagi say…
windu1711
AES003 Bisik
Suatu hari seorang Mursyid bertanya pada seorang muridnya yang sedang tampak gelisah setelah berselisih dengan temannya. "Apakah kau tahu kenapa orang yang jatuh cinta berbisik dan orang yang sedang marah saling berteriak?" Si Murid tertegun dan terdiam sejenak sebelum menjawab, "Kami tidak tahu wa…
windu1731Perjalanan
"Andaikan pintu kemana saja benar-benar ada," pikirku di kala itu. Aku sangat ingin jalan-jalan ke berbagai tempat di penjuru dunia, Indonesia khususnya. Namun jika aku melakukan perjalanan ke suatu tempat, pasti yang kupikirkan adalah bagaimana cara agar aku menghabiskan waktu tanpa merasa bosan.…

