Mini Jurnal

AES01 Seteguk Kunyit Asem

windu17penulis arsip2

Tegukan pertama Kunyit Asem dalam hidupku terjadi di usia 4 tahun. Saat itu, Simbok, tukang jamu langganan Ibu selalu  lewat setiap hari Rabu. Mungkin Ibu ingin memberikan kesan pertama tentang jamu sebagai sesuatu yang menyenangkan, makanya Kunyit Asem yang manis dan segar menjadi pilihan Beliau diantara jenis-jenis jamu lainnya. Kala itu belum muncul ketertarikan untuk tahu bagaimana proses pembuatan Kunyit Asem dan racikannya. Yang aku tahu hanya rasanya enak.

Beberapa dekade kemudian, barulah aku tahu bahwa racikan Kunyit Asem dibuat dari kunyit, sereh, jeruk dan gula merah. Kunyit yang tumbuh di bawah tanah adalah manifestasi dari Ibu Bumi. Kunyit adalah simbol dari kerendahan hati, bagian tanaman yang memberikan manfaat bagi kita tumbuh dengan cara tersembunyi dari mata manusia. Kunyit perlahan-lahan menyerap kasih sayang sang Ibu untuk memberikan ketangguhan hidup. 

Sereh, yang tumbuh di permukaan adalah manifestasi dari hidup. Dia tumbuh bersama-sama menbentuk rumpun. Suatu komunitas. Sereh tak pernah tumbuh hanya sebatang. Sereh tak bisa sendirian.

Jeruk, buahnya yang menggantung adalah simbol dari angkasa. Langit. Langit yang menggelegar. Segar! 

Gula merah, diolah manusia dari aren. Ketelatenan pengolah nira untuk memanjat pohon, menyadap aren dan memasaknya selama berjam-jam adalah manifestasi dari Ego manusia. Gula arenlah yang mengharmoniskan semua unsur Bumi, Hidup dan Langit menjadi Tunggal.

Seteguk Kunyit Asem berarti kita memasukkan unsur Alam Semesta ke dalam tubuh kita. Panas dan dingin tetap membawa bahagia.

Komentar (1)

Andy Sutioso

Terima kasih Windu atas esai perdananya di Ririungan ini. Kontribusi cerita dan wacana di ruang belajar ini. Semoga berlanjut di esai selanjutnya. Salam.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 019 Bajingan dan Lotek

Day 9, 13 Mei 2026 Kegiatan hari ini bisa dibilang "santai tapi berisi." Dari pagi sampai siang sebenarnya jadwal kami cukup kosong, karena agenda utamanya baru ada di sore hari, Food Testing bareng Mas Yudi. Buat yang belum tahu, Mas Yudi ini adalah kurator makanan di Pasar Papringan. Tugas beliau…

seline30
AtomicEssay

AES001 Memulai

Aku sempat bingung, harus menulis apa di sini. Apakah semua tulisan harus terasa positif, atau boleh juga menuliskan hal-hal yang belum selesai di dalam diri? Karena tidak setiap waktu kita bisa berpikir dengan jernih, aku sempat berputar-putar cukup lama, mencari-cari apa yang akan aku tulis untuk…

Nawwa30