AtomicEssay

085 Context Paradigm

leoamuristpenulis arsip2

Second law of systems thinking; the harder we push the system, the more harder it pushes back. Seperti kerbau, semakin kuat kita dorong semakin berat dan tak bergerak lah itu. Kalau diimajinasikan seperti, aliran daya dorong kita diterima oleh badan kerbau lalu disalurkannya ke tanah. Jadi, kita seperti mendorong tanah berusaha menggeser bumi. Gak bisa lah geser bumi, kalau ngangkat bumi bisa. Handstand aja.

Penerapan hukum kedua ini biasanya dalam area regenerasi, atau kaderisasi, atau keberlanjutan program, organisasi, komunitas. Bahkan, yang sifatnya konservasi sekalipun. Setelah transcend paradigm perlu context paradigm. Con-: together ; texere: to weave. Bagaimana paradigma yang telah terangkat, meluas, melampaui yang sebelumnya, saling bertemu dan terangkai secara holistik.

Salah satu caranya, merujuk pada hukum kedua ini, dengan shared interest. Perlu ada ketertarikan yang bisa dibagikan. Tidak perlu semua, bahkan satu ketertarikan sudah cukup kuat sebagai keterkaitan. Justru, lebih kuat daripada banyak. Karena rasa hanya satu ini yang membuat totalitas bekerjasama. Kalau banyak, malah setengah, gak genap, banyak alasan, lalu hilang. Muncul lagi kalau udah di akhir tenggat pengumpulan tugas, bawa karya seadanya. Repot juga.

Lalu, langkah apa yang perlu dilakukan dalam rangka context paradigms melalui metoda shared interest ini? Banyak sih, bisa pakai cuci otak, atau hipnotis, atau tugas berbayar, dll. Karena tidak mampu melakukan tiga hal barusan, saya memilih dua langkah berikut aja deh. Satu, stop bite off more than i can chew. Seperti barusan, gak mampu kunyah proses hipnotis jadi gak ambil langkah itu. Mampunya kunyah proses diskusi, jadinya bikin tulisan ini.

Dua, start employ. Maksudnya berbagi tugas yang sesuai dengan kebutuhan semuanya. Bahkan kalau perlu sampai delegasikan, ini nanti deh. Karena pendelegasian gak bisa sembarangan. Jadi fokusnya ke menugaskan atau meng-karya-kan dulu. Dengan tanggung jawab tetap di tangan pemberi tugas.

Contoh remehnya, si pemberi tugas perlu menhadirkan inovasi minuman lokal di akhir bulan depan, sang diberi tugas sedang ingin jalan-jalan ke perkampungan yang tenang. Keduanya sepakat, jalan-jalannya diakomodasi dengan timbal balik saat kembali nanti bawakan tiga jenis daun teh khas daerah yang dikunjungi, masing-masing satu tas.

Komentar (1)

innocentiaine
eh baru tau bisa jadi 3 halaman gini ya.. hehe, menarik kak..

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41