AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang sebetulnya melebar dari konteks original kita sebagai penyampai pesan utama, lalu hilang deh koneksi kita dengan mereka karena dia.
Terlalu giat mengoreksi sampai galat terkoneksi. Kalimat yang tertahan saat ambil napas tadi kan tidak selesai walaupun tidak jadi diucapkan, justru mengalir kepada pemahaman bahwa yang bertanya itu tidak butuh jawaban. Kita ditanya hanya untuk mengonfirmasi pandangan yang bertanya itu, kemudian dengan intensi membetulkan pemahaman yang ditanya agar sama dengan yang bertanya; ceramah panjang pun dimulai dengan segala penafiannya.
Terlalu giat berterima sampai galat menerima. Jadi memang panjang sih omongannya, bisa jadi satu paragraf tanpa jeda napas yang delapan puluh persen penafian dan delapan persen pemaksaan. Sisa dua belas persennya, kesalahpahaman. Kan, semua yang dikatakan adalah yang belum selesai di pemikiran. Semua yang dilakukan adalah yang belum selesai di pemahaman.
Tambahan: Semua yang diceramahkan adalah harapan yang dijaga agar tidak sampai ternyatakan, kalau terwujud nanti kehilangan pegangan dan alasan untuk stagnan dong.
Jadi kelintas hasil penelitian yang bilang kalau, kita akan cenderung memilih kesusahan yang familiar daripada kesulitan yang baru. Hmmm.. bedanya susah dengan sulit apa ya?
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

AES510 Protokol Hanya Istilahnya Saja
Yang menggelitik saya adalah bagian tertulis kalau ego itu menuntut dan terburu-buru, sedangkan hati itu sunyi dan tenang. Soalnya, seringkali terjadi situasi "Menuntut dalam diam." Semacam diam-diam menuntut atau bentuk tuntutannya adalah dengan diam. Lalu dengan penasaran, saya membalikkan urutan…
