12 Tahap Pertumbuhan
Cocoklogi aja koq ini
Biar belajar jadi menyenangkan dan kesenangan jadi pembelajaran.
Kalau dari pendekatan mistik timur ada aturan bahwa di umur 84 tahun seorang manusia telah menyelesaikan tahapan pemenuhan diri. Kalau dari pendekatan teori perkembangan, tahapan perkembangan itu setiap tujuh tahunan. Kalau dari pendekatan pertumbuhan, ada dua belas tahapan pertumbuhan.
Cocok-cocokin dengan fase menjadi manusia Nietzsche, tahap perkembangan cocokin ama fase unta. Tahapan pertumbuhan cocokin dengan fase singa. Kemudian tahapan pemenuhan cocokin dengan fase anak manusia. Kalau secara urutan kan mulai dari unta, singa, anak manusia. Berarti ada timpaan tahapan dong? Iya lah jelas, kan menjadi manusia itu proses komposisi akumulatif. Eksponen(gak)sial, gak linear, istilah kerennya.
Setelah melalui tahapan pemenuhan, seorang manusia telah penuh siklus hidupnya. Akan lahir baru dengan pandangan baru kepada dunia dan kehidupan, terutama terhadap dirinya sendiri. Kalau dari tahapan perkembangan, Fase perkembangan itu setiap tujuh tahunan. Kalau dari pendekatan pertumbuhan, 12 Fase pertumbuhan.
Cocoklogi nya sih, Tujuh dikali dua belas kan 84. Karena tahapan tujuh tahunan dipakai di rumah belajar Semi Palar sebagai acuan penyelenggaraan pendidikan, nanti dibahas sama kakak yang lain deh . Soalnya, di sini mau ngebahas yang dua belas tahapan pertumbuhan aja. Biar gak panjang nuisnya, suka kram kelingking.
Dua belas masa pertumbuhan terdiri dari menyerap, menjalin, mengembangkan, meningkatkan, merentang, menuntaskan; enam tahap awalan ini adalah fase kriya. Enam tahapan selanjutnya adalah fase guna. Yaitu memperjuangkan, mengalami, mewujudkan, memanen, memecahkan, menyemai.
Setdikit plot twist, kedua belas tahapan ini ada juga di setiap tahap-tahapnya. Semacam fraktal. Ambil contoh, katanya it takes 2000 first day for infant to becoming human (child). Dua ribu dibagi dua belas jadi 166,6666666666 ≈ 166,667 hari lah ya. Terus ada lagi nih, setiap satu tahapan ada transformasi energi. Bisa diwakili oleh pendekatan lima elemen ala China (bukan lima elemen ala India, ini kurang dikuasai jadi ga dipake).
Transformasi tiga elemen dalam satu periode ini pun ada durasinya masing-masing. Bentuknya proporsi pembagian waktu, hubungannya sama musim. Pendekatan petumbuhan ini menggunakan pendekatan agrikultur yang sangat dipengaruhi situasi lingkungan. Semacam epigenetik lha ya. Nah, untuk apa sih matematikaan atau literasi numerasi ini? Untuk menentukan timing and positioning. Hidup holistik kan persoalan menempatkan semuanya pada waktu yang tepat sehingga menemukan dirinya dengan tepat waktu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
Pembukaan gitu ya?
Apa yang membawa diri ke jalur pendidikan? Tidak pernah ada keinginan untuk masuk jalur ini. Memang, tidak pernah ada keinginan untuk masuk jalur lain juga. Seperti mengalir saja lah, nanti gimana ya gimana nanti. Karena ada rasa bahwa, yang perlu terketahui akan diketahui tepat waktu. Terbukti mem…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…
