AtomicEssay

AES 004 NGE-IKIGAI

leoamuristpenulis arsip2

Belakangan ini lagi teringat konsep ikigai. Intinya, kita perlu menemukan apa sih alasan kita untuk hidup.

Metode yang dipakai semacam kategorisasi empat hal. Yaitu hal apa yang disukai, keterampilan apa yang dikuasai, kontribusi apa yang bermanfaat, dan apa yang dibutuhkan oleh dunia.

Dua dari beberapa cara untuk merangkai kategori tadi, yang pertama adalah isi saja sebanyak-banyaknya untuk masing-masing kategori, nanti akan menemukan hal yang sama. Itu deh ikigainya.

Kedua, hanya isi satu hal saja untuk masing-masing kategori. Nanti irisan setiap kategori akan membawa kepada penemuan keterhubungan, yang perlu dirangkai jadi satu alur. Nah, inilah yang akan kita pakai untuk menemukan ikigainya apa.

Kita bisa untuk memetakan ikigai ini berkali-kali, tidak hanya sekali lalu terpaku pada ketetapan itu seumur hidup. Dinamis koq, seperti hidup kan. Ini pun yang saya lakukan beberapa minggu belakangan ini. Di tahun lalu, ikigai saya lebih ke arah membuat inovasi yang mempermudah banyak orang dalam berkarya.

Bulan ini, lebih tepatnya dua minggu ini, saya malah menemukan kalau ikigai saya lebih kepada menjadi bagian dalam dinamika reguler kehidupan komunitas. Bukan hal baru karena dulu pun saya berminat pada paham munisipalisme bersamaan dengan mengikuti paham anarkisme-individual yang lebih ke arah asketisme. Dua ‘isme’ yang seakan kontradiktif padahal enggak koq.

Dari dua kali membuat ikigai itu, sebenarnya selalu ada irisan antara meningkatkan kualitas individu dengan peningkatan kualitas lingkungan. Jadi teringat kepada pernyataan yang dulu saya pegang sebagai orientasi, “bukti bahwa diri berkembang adalah lingkungan tempat berada pun berkembang.”

Sekarang jadinya kepikirannya nih, "gimana cara ya?"

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41