AtomicEssay

AES 012 TANYA KEN,APA

leoamuristpenulis arsip2

Kenapa sih ...
Kenapa engga ...
Kenapa coba ...
dst dll

Bukan pada apa yang dikatakan, justru pada bagaimana mengatakannya yang jadi keutamaan media penyampai pesan.

Bukan sekadar bagaimana mengatakannya bahkan, malahan sampai kepada bagaimana mengatakannya dalam selera yang mendengarkan.

Satu lagi, bahkan media menyampaikan pesan telah menjadi pesan itu sendiri.

Hmm.. dari frasa-frasa & kalimat-kalimat di atas saya jadi kepikiran, apakah benar kita mendengarkan?

"Titip kopi gajah ya, serenteng."
"Kenapa gak kapal api sekalian?"
"Gak lah, kan mau yang terpisah gulanya. Jarang pakai gula soalnya."
"Oke, serenteng ya. Sepuluh sachet itu."
"Iya."

Setelah kopinya ada, seduhlah dua bungkus kopi ke dalam cangkir cantik hadiah minimarket, gula tak terpakai.

"Lho, gak pake gulanya?"
"Enggak, makanya titipnya gajah."
"Kan ada kapal api yang seperempat, itu kopi aja ga ada gula."
"Eh, iya yaaaa..!?"
"Kan tadi udah ditanya, kenapa gak kapal api."
"Waaah salah tangkap, dikirain yang special mix. Soalnya udah kebayangnya kopi gajah."

Ya begitulah.
Sambil menyeruput kopi kepikiran gimana kalau,

"Kenapa gak kapal api aja?" diganti jadi "Atau mau coba kapal api kopi murni yang seperempat?"

Mempertanyakan tampaknya sering tertukar dengan menanyakan. Beda tipis memang, mempertanyakan seringkali tanpa menawarkan, bahkan sebagian besarnya tidak membutuhkan jawaban. Kan nanya doang.

Menanyakan, biasanya sepaket dengan menawarkan. Jelas butuh jawaban. Karena berkaitan dengan pilihan dan porsi keterlibatan.

Bisa jadi latihan mendengarkan nih, menanyakan bukan mempertanyakan. Bertanya kali ya istilah lebih formalnya.

Mari bertanya, selama bukan pertanyaan retoris aja.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41