AtomicEssay

AES 019 Nasi Kucing

leoamuristpenulis arsip2

Di warung nasi simpang tiga. Tiap sore seringnya ada sisa nasi tak terjual, daripada dibuang percuma kasih kucing aja. Kucing kan ga makan nasi, ini sih kebuang percuma secara gak langsung.

Gak mengapa katanya, toh tidak kehilangan apa-apa. Karena memang dari berkelebihan saja pemberian itu. Nol. Yang penting niatnya baik.

NO! Kalau yang seperti ini, bukan kebaikan. Ini EGO. Kebaikan itu plus satu, selalu memberikan timbal balik membuat yang memberi malahan menerima lebih. Itulah pemberian, itulah kebaikan. Kalau nol, ego yang mendesak ingin terpuaskan saja.

Oke, kalau gitu memberi dengan ketulusan deh. Memberi dari kekurangan, bahkan sampai memberikan dirinya demi orang lain. Ini beneran kebaikan kan. NO! Kalau yang seperti ini, bukan kebaikan. Ini sih bEGO.

Jadi, gimana kalau semuanya disalahin gini? Gak mau bahas persepsi disalahinnya ya, kita bahas gimananyaaja. Jadi, kebaikan butuh kecerdasan. Gak perlu wah luar biasa, justru kecerdasan sederhana.

Kelebihan nasi itu, jadiin nasi goreng. Panggil dua orang yang lagi duduk-duduk tuh. Mereka gak sempat kena jangkauan pendidikan dan tumbuh di kerasnya jalanan. Ajarin cara masak nasi goreng. Buka lapak, sewain ke mereka. Bayarannya, gampang! Minta mereka olahin kelebihan nasi jadi jualan mereka.

Bahan utama gratis nih dari kelebihan nasi, mereka berdua jadi ada kerjaan dan pemasukan. Warung nasi ini jadi punya cabang usaha, nasi goreng. Pemasukannya ya setoran lah, dua puluh persen keuntungan misalnya. Atau sepuluh persen omset tiap malam. Coba cek, ini plus satu kan. Ini lah kebaikan. Yang memberi nasi. justru menerima royalti dan terutama bertambah dua saudara seperjuangan hidup.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41