AES 02 KARYA ... Karena Karya Adalah Panggilan Hati dan Nurani: Ia Tak Harus Terencana.
Karya kerap disebut sebagai hasil buah tangan seseorang. Ia merujuk kepada sebuah objek, seperti karya tulis (skripsi, jurnal), karya sastra (puisi, lagu), karya lukisan, patung, dll. Kini, esensi karya perlahan mulai berubah; ia menjadi lebih bermakna bila memiliki nilai fungsional atau dengan tujuan yang jelas. Terlebih, dewasa ini banyak slogan komersil yang mengusung kreativitas menjadi karya yang dilombakan. Dari situ kita bisa melihat jika karya yang dibuat pastinya harus direncanakan dan diolah sedemikian rupa hingga tujuannya tercapai. Akibatnya, esensi karya menjadi lebih sempit sebab ia harus terpapar langsung oleh nalar.
Bagi saya, karya adalah semua hal yang dibuat oleh seseorang. Entah itu berupa objek (benda) maupun keputusan yang dipilih dalam kehidupan. Saya orang yang menyukai kegiatan berkarya. Sebut saja membuat sketsa, melukis, membuat lagu, bernyanyi dan lainnya. Namun, tidak semua yang saya lakukan itu terencana. Tidak jarang karya yang dibuat itu mengalir begitu saja, tanpa memikirkan dengan pasti hasilnya akan seperti apa atau apakah ia fungsional. Namun, satu perasaan yang selalu saya rasakan saat membuat karya: melegakan hati karena mampu menyalurkan perasaan kita.
Bagi saya, perasaan menjadi hal yang sangat penting dalam membuat karya. Saat kita terbawa oleh perasaan, logika dan nalar seolah tersamarkan. Mungkin kita bisa melihat makna atau fungsi sebuah karya justru setelah ia berwujud. Dan mungkin pula bukan kita yang menemukannya, melainkan orang lain yang memiliki pemikiran berbeda dengan kita.
Jadi, segala sesuatu yang dihasilkan seseorang, itulah karya. Tidak peduli hal apa yang dirasakan ketika membuatnya. Entah itu senang atau sedih, indah atau buruk, benar atau salah. Panggilan untuk berkarya tidak selalu terencana dan tidak selalu harus dipikirkan.
Berkaryalah kapanpun, dimanapun, bagaimanapun caranya; sesuai dengan hati dan nurani kita.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 18 Berbagi dalam Ruang Belajar
Sudah cukup lama saya tidak menulis di ruang ini.Hari ini, tiba-tiba muncul dorongan untuk kembali berbagi. Hampir dua tahun sejak saya “graduate” dari rumah belajar, saya menjalani perjalanan yang penuh tantangan. Syukur, perjalanan itu justru membuka banyak kesempatan untuk bertemu dengan ruang-r…
AES17 _ Hening sebagai bagian dari menjadi Insan Manusia (Human Being)
(Hanya berbagi refleksi diri...) Proses yang terus akan terjadi pada manusia yaitu menjadi insan manusia. Kalimat tersebut masih terus terngiang dalam pikiran dan hati. Saya selalu meyakini setiap benda (hidup, mati, nyata, gaib) yang ada di semesta ini memiliki spirit atau energi. Energi ini tak t…
AES 16 Manusia dan Nurani (Opini diri)
Terbuka… Berani mengungkap… Mau mendengar… Manusia adalah makhluk sosial.. Membutuhkan orang lain untuk dapat hidup.. Sehingga mengutamakan berbagai cara untuk dapat selamat meski kadang mengorbankan manusia lainnya.. Hukum rimba … mungkin istilah itu masih ada dalam kehidupan manusia.. Yang kuat..…