Atomic Essay Smipa

AES 18 Berbagi dalam Ruang Belajar

Temapenulis arsip2

Sudah cukup lama saya tidak menulis di ruang ini.
Hari ini, tiba-tiba muncul dorongan untuk kembali berbagi.

Hampir dua tahun sejak saya “graduate” dari rumah belajar, saya menjalani perjalanan yang penuh tantangan. Syukur, perjalanan itu justru membuka banyak kesempatan untuk bertemu dengan ruang-ruang belajar dan berkarya yang lebih luas. Dari situ saya semakin sadar, istilah rumah kadang terasa membatasi, seolah belajar hanya bisa terjadi di satu tempat tertentu. Padahal, rumah bisa juga dimaknai lebih dalam—sebagai tempat yang memberi rasa aman dan nyaman untuk bertumbuh.

Sementara itu, istilah ruang memberi kesan yang lebih lapang. Memang, ada kalanya kata “ruang” membuat kita membayangkan sebuah ruangan yang kecil. Tapi bila dipahami secara filosofis, ruang bisa sangat luas, bahkan tanpa batas. Mungkin akan lebih nyaman bila kata “ruang” disetarakan dengan kata “space”.

Dari pemahaman inilah saya memberanikan diri membangun sebuah ruang belajar bersama. Salah satunya berbentuk study group bernama Tirta Aksara, yang lahir dari keresahan teman-teman praktisi yang peduli tentang dunia pendidikan dan proses tumbuh kembang manusia. Keresahan yang bersumber bahwa hingga kini, belajar sering masih dipandang hanya urusan sekolah, lembaga terkait, atau ruang kelas. Padahal, belajar sejatinya adalah bagian dari hidup itu sendiri. Ia tumbuh dari pertemuan, percakapan, dan keberanian untuk saling mendengarkan.

Sedikit saya ingin bercerita tentang study group ini. Tirta Aksara hadir bukan sekadar sebagai ruang belajar biasa, melainkan sebagai tempat perjumpaan, di mana siapa saja bisa berbagi, mendengar, dan menemukan makna lewat percakapan. Di sini, kata-kata tidak hanya ditukar, melainkan dirawat agar melahirkan pengertian baru, membuka cakrawala, dan memperluas cara pandang kita.

Setiap pertemuan bukan hanya soal menambah pengetahuan, tapi juga mengajak kita menyelami diri. Sebab pengetahuan sejati bukan semata tentang apa yang kita tahu, melainkan bagaimana ia mengubah cara kita hidup, berpikir, dan merasakan.Bagi saya, study group seperti ini sangat penting untuk dapat berjalan. 

Dalam tradisi filsafat dan pendidikan, belajar bersama dipandang sebagai cara alami untuk bertumbuh. Paulo Freire pernah mengatakan, pendidikan sejati lahir dari dialog… bukan dari satu pihak yang mengajar sementara pihak lain hanya menerima. Dialog inilah yang menempatkan semua orang setara: bukan sebagai murid dan guru, atau atasan dan bawahan, melainkan sebagai sesama pejalan yang saling menyalakan cahaya.

Harapannya, Tirta Aksara bisa menjadi ruang kebersamaan itu. Tempat di mana pikiran diuji, hati diperkaya, dan perspektif diperluas. Sebuah ruang di mana pengetahuan tidak hanya dikumpulkan, tapi benar-benar dihidupkan lewat pengalaman bersama.

Mangga bagi teman-teman yang ingin berbagi cerita dan inspirasi bersama, dalam suasana yang santai bisa cek-cek infonya di Instagram @educa_t_our atau @tema_lasut. 

Komentar (1)

Andy Sutioso

Wah selamat ka Tema atas inisiatifnya. Mantaps! Semoga bergulir dan berkesinambungan. Terima kasih juga sudah mampir kembali di Ririungan. Hatur nuhun pisan

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES951 Siap Bersekolah

Pagi ini di ruang tempat kami berdiskusi - berkoordinasi, terdegar suara tangisan seorang anak. Hari Selasa ini kami baru memasuki hari ke lima bersekolah, di TP ke 22 ini. Mengamati sebentar, sepertinya ini terjadi karena kenyamanan teman baru ini di rumah barunya. Murid di TK-A yang masih perlu w…

Andy Sutioso22
AtomicEssay

AES 72 BAGAIMANA BENTUK TUHAN?

Apa yang kita ingat saat kita berusia 5 tahun? Pernahkah terpikir tentang bagaimana bentuk Tuhan? Kawan Saron, teman ajaibku di 2 tahun terakhir ini. Menemani mereka dari Sobat Dero yang usianya 4 tahun, hingga usia mereka saat ini. Ada yang berusia 5 tahun, ada juga yang baru merayakan usia 6 tahu…

yantisuryanii7193
AtomicEssay

AES01 - Langkah Pertama

Berawal dari pengalaman yang akan terus terngiang dan jadi pelajaran berharga, peristiwa "spidol hijau yang jatuh" saat kegiatan membuatku jadi tersadarkan, tidak semua hal yang menjadi masalah harus langsung kamu selesaikan, tapi kamu perlu waktu untuk diam lalu amati dan perhatikan dari segala as…

comfortzone32