CERITA HIDUP

AES 02 SUKA DUKA RELAWAN

mpit2106penulis arsip2

Hari itu,

Dengan sedikit tergesa, kabar duka sampai pada kami

Bergegas kami menuju tubuh yang membeku, Kaku

Sebagian menjauh karena takut

Sebagian justru mendekat karena tak percaya

Ya, makhluk mikroskopik itu telah mengkubukan manusia

 

Riuh anak-anak berbicara, bingung

Berkumpul diantara keramaian manusia dewasa

Mereka belum memahami situasi yang terjadi

 

Sementara, teriakan manusia lain memaki

 “Bagaimana proses pemulasaraan?”

 “Terlalu lama tubuh mati ini menunggu di bumi”

“Kalian tidak punya hati!!

“Persetan dengan aturan dan virus, itu hanya konspirasi!!”

 

Makhluk kecil itu seakan sedang berkuasa

Merasa kuat untuk mengoyak tubuh

Merasa menang telah memisahkan miliaran raga

Terkadang tubuh kami merasa kalah

Jiwa kami menangis tersedu

Tapi, kami yakin mereka tidak bisa menyentuh rasa.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

CERITA HIDUP

AES05 DUDUK SEJENAK

Siang hari. Di trotoar jalan, aku duduk sejenak Mengamati lalu lalang jalan yang tampak lengang Aku berteduh di bawah pohon kecil Cukup untuk melindungiku dari sengatan sinar matahari Deretan gudang kumuh dan gedung tinggi Salah satu pemandanganku siang itu Beban-beban tampak terlihat jelas Berbeda…

mpit210611
CERITA HIDUP

AES 04 [Cerpen] Peupeujeuh Sepuh

Di wanci sareup na panon poe, emak sareng bapa nuju caralik dina tepas. Ningali Sari, budak samata wayangna leumpang ngageuleuyeung siga nu leuleus.Tuluy weh emak ngagentraan Sari nu nembe dugi bumi, uih damel. Emak: "Nyai, geulis, anaking anu solehah. Kumaha padamelan teh? betah teu? Asa carape ki…

mpit210631
CERITA HIDUP

AES 03 [CERPEN] Sandaran

Pagi yang cerah, Niar bangun dengan semangat, bersiap mandi lalu sarapan. Hari ini dia mendapat tugas dari kantor untuk meninjau salah satu lokasi outbond di daerah sekitar Bandung Selatan. Lokasi itu cukup jauh dari rumah Niar, membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan dengan menggunakan…

mpit210620