AES 02 SUKA DUKA RELAWAN
Hari itu,
Dengan sedikit tergesa, kabar duka sampai pada kami
Bergegas kami menuju tubuh yang membeku, Kaku
Sebagian menjauh karena takut
Sebagian justru mendekat karena tak percaya
Ya, makhluk mikroskopik itu telah mengkubukan manusia
Riuh anak-anak berbicara, bingung
Berkumpul diantara keramaian manusia dewasa
Mereka belum memahami situasi yang terjadi
Sementara, teriakan manusia lain memaki
“Bagaimana proses pemulasaraan?”
“Terlalu lama tubuh mati ini menunggu di bumi”
“Kalian tidak punya hati!!
“Persetan dengan aturan dan virus, itu hanya konspirasi!!”
Makhluk kecil itu seakan sedang berkuasa
Merasa kuat untuk mengoyak tubuh
Merasa menang telah memisahkan miliaran raga
Terkadang tubuh kami merasa kalah
Jiwa kami menangis tersedu
Tapi, kami yakin mereka tidak bisa menyentuh rasa.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES05 DUDUK SEJENAK
Siang hari. Di trotoar jalan, aku duduk sejenak Mengamati lalu lalang jalan yang tampak lengang Aku berteduh di bawah pohon kecil Cukup untuk melindungiku dari sengatan sinar matahari Deretan gudang kumuh dan gedung tinggi Salah satu pemandanganku siang itu Beban-beban tampak terlihat jelas Berbeda…
mpit210611AES 04 [Cerpen] Peupeujeuh Sepuh
Di wanci sareup na panon poe, emak sareng bapa nuju caralik dina tepas. Ningali Sari, budak samata wayangna leumpang ngageuleuyeung siga nu leuleus.Tuluy weh emak ngagentraan Sari nu nembe dugi bumi, uih damel. Emak: "Nyai, geulis, anaking anu solehah. Kumaha padamelan teh? betah teu? Asa carape ki…
mpit210631AES 03 [CERPEN] Sandaran
Pagi yang cerah, Niar bangun dengan semangat, bersiap mandi lalu sarapan. Hari ini dia mendapat tugas dari kantor untuk meninjau salah satu lokasi outbond di daerah sekitar Bandung Selatan. Lokasi itu cukup jauh dari rumah Niar, membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan dengan menggunakan…
mpit210620