CERITA HIDUP

AES05 DUDUK SEJENAK

mpit2106penulis arsip2

Siang hari.

Di trotoar jalan, aku duduk sejenak

Mengamati lalu lalang jalan yang tampak lengang

Aku berteduh di bawah pohon kecil

Cukup untuk melindungiku dari sengatan sinar matahari

Deretan gudang kumuh dan gedung tinggi

Salah satu pemandanganku siang itu

Beban-beban tampak terlihat jelas

Berbeda satu dengan lainnya, aku tak dapat menebak beratnya.

Gudang rongsok tampak terlihat senyum ramah

Gedung tinggi tampak terlihat rusuh penuh kerutan wajah

Ahhh....boleh jadi itu hanya permukaan saja

Dalamnya, hanya segelintir orang yang tahu.

Lalu,

Langit mulai terlihat bersahabat

Tak mendung, tak juga terlalu terik

Aku beranjak dari trotoar itu

Saatnya melanjutkan langkah.

Komentar (1)

Andy Sutioso

Wah sudah esai ke lima euy. Mulai lancar nih rupanya.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

CERITA HIDUP

AES 04 [Cerpen] Peupeujeuh Sepuh

Di wanci sareup na panon poe, emak sareng bapa nuju caralik dina tepas. Ningali Sari, budak samata wayangna leumpang ngageuleuyeung siga nu leuleus.Tuluy weh emak ngagentraan Sari nu nembe dugi bumi, uih damel. Emak: "Nyai, geulis, anaking anu solehah. Kumaha padamelan teh? betah teu? Asa carape ki…

mpit210631
CERITA HIDUP

AES 03 [CERPEN] Sandaran

Pagi yang cerah, Niar bangun dengan semangat, bersiap mandi lalu sarapan. Hari ini dia mendapat tugas dari kantor untuk meninjau salah satu lokasi outbond di daerah sekitar Bandung Selatan. Lokasi itu cukup jauh dari rumah Niar, membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan dengan menggunakan…

mpit210620
CERITA HIDUP

AES 02 SUKA DUKA RELAWAN

Hari itu, Dengan sedikit tergesa, kabar duka sampai pada kami Bergegas kami menuju tubuh yang membeku, Kaku Sebagian menjauh karena takut Sebagian justru mendekat karena tak percaya Ya, makhluk mikroskopik itu telah mengkubukan manusia Riuh anak-anak berbicara, bingung Berkumpul diantara keramaian…

mpit210620