AES05 DUDUK SEJENAK
Siang hari.
Di trotoar jalan, aku duduk sejenak
Mengamati lalu lalang jalan yang tampak lengang
Aku berteduh di bawah pohon kecil
Cukup untuk melindungiku dari sengatan sinar matahari
Deretan gudang kumuh dan gedung tinggi
Salah satu pemandanganku siang itu
Beban-beban tampak terlihat jelas
Berbeda satu dengan lainnya, aku tak dapat menebak beratnya.
Gudang rongsok tampak terlihat senyum ramah
Gedung tinggi tampak terlihat rusuh penuh kerutan wajah
Ahhh....boleh jadi itu hanya permukaan saja
Dalamnya, hanya segelintir orang yang tahu.
Lalu,
Langit mulai terlihat bersahabat
Tak mendung, tak juga terlalu terik
Aku beranjak dari trotoar itu
Saatnya melanjutkan langkah.
Komentar (1)
Wah sudah esai ke lima euy. Mulai lancar nih rupanya.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 04 [Cerpen] Peupeujeuh Sepuh
Di wanci sareup na panon poe, emak sareng bapa nuju caralik dina tepas. Ningali Sari, budak samata wayangna leumpang ngageuleuyeung siga nu leuleus.Tuluy weh emak ngagentraan Sari nu nembe dugi bumi, uih damel. Emak: "Nyai, geulis, anaking anu solehah. Kumaha padamelan teh? betah teu? Asa carape ki…
mpit210631AES 03 [CERPEN] Sandaran
Pagi yang cerah, Niar bangun dengan semangat, bersiap mandi lalu sarapan. Hari ini dia mendapat tugas dari kantor untuk meninjau salah satu lokasi outbond di daerah sekitar Bandung Selatan. Lokasi itu cukup jauh dari rumah Niar, membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan dengan menggunakan…
mpit210620AES 02 SUKA DUKA RELAWAN
Hari itu, Dengan sedikit tergesa, kabar duka sampai pada kami Bergegas kami menuju tubuh yang membeku, Kaku Sebagian menjauh karena takut Sebagian justru mendekat karena tak percaya Ya, makhluk mikroskopik itu telah mengkubukan manusia Riuh anak-anak berbicara, bingung Berkumpul diantara keramaian…
mpit210620