AtomicEssay

AES 022 Membudaya

leoamuristpenulis arsip2

Pertama, kemerdekaannya itu diberikan dan bukan diraih. Makanya kecenderungannya keuntungan. Bukan kemanfaatan.

Kedua, terkait keuntungan tadi. Dasar penolakannya terhadap korupsi adalah iri hari, bukan diri yang berada di posisi menguntungkan itu. Jadinya protes.

Ketiga, kondisi satu dan situasi dua terjadi berulang dalam jangka waktu lama. Membudaya. Tidak heran kalau kepenuhan diri baru terisi melalui komparasi. Berlomba-lomba mengisi celah yang terbuka, tidak rela kalau ada jeda.

Ngomongin apa ini?
Obrolan perilaku berkendara di jalan raya saja.
Antara trotoar dan marka penyebrangan jalan, yang senasib. Sama-sama diabaikan keberadaannya oleh penunggang kendaraan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41