AES 028 Lima dari Tujuh, Bohong
Ada yang bekerja keras untuk meningkatkan harga dirinya. Ada yang bekerja keras untuk meningkatkan harga jual dirinya.
Ada yang bekerja keras untuk meningkatkan daya dirinya. Ada yang bekerja keras untuk meningkatkan daya beli dirinya.
Kerja keras adalah jalan untuk menjadi diri sendiri atau untuk memenuhi definisi diri sendiri. Tidak ada benar salah hanya ada sebab akibat.
Semua yang ada tersebut barusan pun hanyalah akibat, yang disebabkan sesempit apa ruang tumbuhnya terdahulu. Seluas apa pot-nya, sebelum dipindah ke tanah.
Kenapa sempit?
Karena memang sempit. Tidak ada tuh kan selain salah. "Tuh, kan salah. Udah dibilangin juga."
Karena memang menolak. "Gak lah. Gak bisa lah. Gak akan. Gak bisa. Gak gak gak." Sudah sadar, masih menolak pula. Buang aja kesadarannya kalau gak dipake ih...
Karena kebanyakan, tumpukan, timbunan, telanan, tekanan, tempatan, jadi sempit. "Ayo terus, masih bisa lebih. Terus, masih lebih bisa. Terus, masih banyak yang perlu dicapai."
Lahirlah dua jenis kebohongan
Satu, untuk menaikan harga jual dan daya beli untuk memenuhi definisi menjadi diri sendiri.
Nol, untuk menaikan harga diri dan daya diri untuk menjadi diri yang asik sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
