AES 044 Selamat pagi, apa kabar?
“Selamat pagi,” ia melepas wajah, memasangkannya pada cermin.
“Pagi yang indah,” ia mengambil pasta, pengaroma, dan pewarna bagi tubuhnya.
“Apa kabar,” ia meletakan jiwa, pada kotak padat yang tertutup rapat, tak terkunci. Juga tak pernah bisa disingkirkan, mengganjal pintu depan.
“Kabar baik,” ia menutup mata, bersenyum tongkat penuntun arah, walau tak terarah. Menjalani yang di-seharusnya-kan terpenuhi, oleh kebingungannya.
“Senang bertemu dengan anda,” ia bertahan dengan menahan. Berjalan buta, mendengar yang biasa, menjawab karena etika.
“Senang bertemu dengan anda juga,” ia memberikan dari apa yang telah ia dapatkan dan ia mendapatkan dari apa yang ia berikan.
Saja dan hanya saja.
Apa benar kah atau dibenarkan saja lah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

