AES 046 Siapakah Tetanggamu
Jarak tidak menjadi masalah saat ada pengakuan keberadaan dan penghargaan kehadiran. Bahkan sebelah rumah saja tidak kenal nama dan siapa. Malahan yang seberang pulau mampu bercerita dan melepas rasa.
Bagaimana kalau ternyata, Ia yang di sebelah sini dan Ia yang di seberang sana adalah makhluk yang sama. Siapakah tetanggamu, dan entahlah jawabku sambil meyakini bahwa jarak bukan masalah.
Kenapa memaksa.
Kalaupun pun berjumpa, yang terasa hanya drama karena ada terpaksa.
Apa itu membuat puas.
Ya, karena ada rasa menang. Sekaligus tidak tenang, karena ada yang jadi korban.
Rasanya jadi wajar, kalau ada yang menghindar dan ada yang menghilang.
Baiklah kutanya, apakah kau takut sendirian atau ketagihan kebersamaan.
Karena kau tak tau yang sedang ku alami dan ku tak tau yang sedang kau alami, mari meminimalisir saling merepot-i.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
