AtomicEssay

AES 052 Diam

leoamuristpenulis arsip2

Ada yang bilang.

"Agar semuanya harmonis, diamlah. Diam lah! Bukan, bukan begitu. Itu tidak diam, itu bergeming. Dan bergeming itu tidak diam.

Bergeming malahan bergerak melawan semuanya, justru penghambat harmoni. Di tengah sungai diam bergeming, bukankah itu gerak perlawanan.

Di tengah sungai, mengalir lah. Diamlah. Diam yang tak bergeming. Diam yang mengalir. Seperti penerimaan adalah tindakan aktif, bisa jadi diam adalah proaktif."

-

Ada juga yang bilang.

"Diam bukanlah aksi melainkan indikator keterpenuhian. Kalau kapasitasnya sudah terpenuhi, diam. Jelas berbeda kapasitas setiap pikiran dan rasaan, untuk menampung pemikiran dan perasaan. Juga kecepatan perkembangan kapasitas wadah dan isi, beragam.

Memenuhi kapasitas itu yang jadi keutamaan, bukankah kita semua melakukan hal yang mampu kita lakukan saja. Keinginan apa yang mampu diusahakan, penerimaan apa yang mampu dilaksanakan. Secara aktif bergerak, bukan duduk dan bergemuruh mantra."

-

Dan ada juga yang bilang.

"..."

gak bilang apa-apa hanya diam, kemudian melambaikan tangan mengajak melihat ke sini, yuk!

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41