AtomicEssay

AES 053 Mula1nya

leoamuristpenulis arsip2

Apa yang membawa diri ke jalur pendidikan? Tidak pernah ada keinginan untuk masuk jalur ini. Memang, tidak pernah ada keinginan untuk masuk jalur lain juga. Seperti mengalir saja lah, nanti gimana ya gimana nanti. Karena ada rasa bahwa, yang perlu terketahui akan diketahui tepat waktu. Terbukti memang, semua proses perjalanan yang mengalir ini terlalui dengan pas. Tidak lebih tidak kurang, lolos saja. Sampai satu titik, merasa kosong. Padahal, dari mengikuti aliran kehidupan banyak sekali masukan penglihatan pengertian pemahaman. Seperti semakin mengetahui malahan semakin sadar kalau diri ini tidak mengerti apa-apa. Melihat jejak, mengerti tapak. Melihat tapak, mengerti tungkai. Melihat tungkai, mengerti badan. Melihat badan, mengerti yang bukan badan. Dan yang bukan badan ini tidak kelihatan.

Sempat mencoba keluar jalur saja, tidak berbuat apa-apa. Tidak mengalir tidak diam juga, hanya meminimalisasi usaha dan keterlibatan. Memenuhi kebutuhan dasar, tidak perlu yang tidak perlu. Yah, semacam sok jadi pertapa. Semuanya diminimalkan sampai kepada fungsi dasar saja. Setahun saja bertahan. Realita memanggil lagi, katanya bahkan untuk menjadi minimal perlu simpanan energi maksimal. Karena udara dan idealisme tidak bisa dikunyah telan dan mengenyangkan, katanya lagi. Keluar dari goa atau kandang, akhirnya diri dihadapkan pada pilihan. Bahkan tidak memilih pun pilihan yang berkonsekuensi logis. Tidak bisa tidak memilih. Maka, memlih jalur yang selama ini paling dihindari. Yang selama ini dirasa paling merepotkan, paling enggan untuk dimasuki. Jalur, humanitarian(-isme?). Lumayan pas, di tahun di mana bencana sedang marak-maraknya, empat tahunan berhubungan erat dengan dunia pengurangan risiko bencana dalam jalur humanitarian(-isme?).

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41