AES 057 Meneorikan Praktik
Memraktikan teori bisa berarti menutup persepsi diri akan kenyataan yang dialami, malahan menenggak persepsi pihak lain yang bisa jadi tidak ada di sini. Kemudian memaksakan kenyataan agar sesuai dengan teori yang ditumpahkan berceceran itu.
Lebih akut lagi, dengan memraktikan teori itu mencari-cari ketidak sesuaian dengan kenyataan. Kemudian mengulas mengupas dan memraktikan teori baru lagi untuk menyatakan teori yang tadi. Semacam komplikasi dari ranah teori yang menjadi misorientasi praktik.
Meneorikan praktik mencoba mengatasi siklus tiada akhir yang saling menyakiti ini. Alih-alih mengomplikasi teori baiklah mengompilasi praktik. Hadir dan terlibat di sini, mencatat dan menjalin catatan jadi teori. Bahkan dengan mengatakan teori ini saja kebenarannya sudah terverifikasi, apalagi melaksanakannya nanti. Valid sudah.
Seperti cerita Mbah Moedjair yang sedikit disinggung di akhir video yang tautannya ada di awal tadi. Meneorikan praktik bukan beretorika. Malah lebih kepada mengalami untuk mengetahui, bereksperimen untuk mengerti, memperbaiki untuk melaksanakan, mengalibrasi untuk membiasakan, dan menjaga konsistensi untuk menjadikan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
