AES 062 Kita, Biasa
Kita.
Ternyata tidak beda dengan kucing liar.
masuk ruang dahulu baru mengeong kemudian
Ternyata tidak beda dengan ayam lepas di jalanan.
merebut tempat dan memotong jalur kalau ada kesempatan, tidak mampu menghormati kekosongan
Ternyata tidak beda dengan kelelawar malam.
mencuri dalam gelap, makan tanpa menghabiskan, berantakan kemana-mana
Ternyata tidak beda dengan tikus got.
berkutat pada merusak wadah penyimpanan makanan mengajak sesamanya ikutan kemudian akhirnya saling memakan
Ternyata tidak beda dengan rayap rumah.
kecil namun menggerogoti dengan mengunyah-ngunyah hal kecil dan remeh, hanya itu saja yang diketahuinya
Ternyata tidak beda dengan kecoak jamban.
bertahan dalam ruang terbelakang menikmati buangan dan ampas-ampas kekuasaan, ketagihan
Ternyata tidak beda dengan lalat sampah.
sudah mulai tersebar berita informasi katanya katanya, berbondong-bondong mendekati tempat sampah mengomentari komentar, berisik sangat pula
Ternyata tidak beda dengan belatung parasit.
parasit, melekat pada inang dan menghabisi tempatnya menempel sampai habis rusak dan lenyap, lalu pindah tempat
Ya, bung dan nona. Yang membedakan manusia dengan kera hanyalah kemampuannya untuk membuat alasan-alasan. Untuk perilaku dan tindakan yang sama.
-
Ya, bung dan nona. Yang membedakan manusia dengan kera hanyalah kemampuannya untuk membuat alasan-alasan. Untuk perilaku dan tindakan yang sama.
Terlalu negatif katamu. Terlalu sinis ucapmu.
Ya, bung dan nona. Demikianlah kalian mengerti hal positif darinya. Demikianlah kalian mengerti mengenai harapan darinya.
Peliharalah keseimbangan, bung dan nona. Seperti siang malam. Bahkan satu hari penuh dengan terang tanpa kegelapan, kalian keluhkan.
Demikianlah dengan naifnya kita kutuk kegelapan.
Demikianlah dengan polosnya kita puja terang.
Bahkan kera pun mengerti, kalau ternyata tidak beda keduanya itu. Tidak ada perbedaan, hanya ada pergantian. Perubahan.
Demikianlah adanya kesatuan. Demikianlah adanya keseimbangan.
-
Kita tidak pernah menanamkan apa-apa, kita tidak akan kehilangan apa-apa.
Kita hanya bisa bergerak dengan cara yang dipelajari dalam latihan, pengulangan.
Kita adalah apa yang kita lakukan terus menerus. Luar biasa, namun pada saat yang sama itu pun bukan sebentuk aksi, hanya kebiasaan.
Menjadi biasa berbeda dengan biasa. Ada unsur menjadi, itulah yang membedakan yang biasa terjadi dengan yang menjadi biasa.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
