AES 065 LOGIKA
Urutan alasan dan pilihan sebab-akibat yang membutuhkan pergerakan dan tiNdakan lanjutan. Tidak cukup di tataran dan tuturan, perlu sampai titiran. Logika itu. Kalau gak sampai gerak mungkin itu masih level logila, kepikiran tanpa mampu memikirkan. Karena yang namanya berpikir adalah membayangkan-melaksanakan-mengubah bayangan-melaksanakan-mendapatkan gambaran-melaksanakan-menetapkan gambaran-merealisasikan.
Logika juga bukan soal alternatif solusi. Ini ranah rasional. Karena solusi yang terpetakan dalam bentuk pilihan sudah selesai sampai di bentuk pilihan. Begitulah rasionalisasi menghadirkan rasio, perbandingan. Tindak lanjut dan aksi memilih sampai membuat keputusan dan melaksanakannya yang area logika. Jadi, logika adalah soal alternatif konsekuensi. Secara logis, konsekuensi mana yang sanggup ditanggung dari beberapa pilihan rasional sebab-akibat itu? Laksanakan dan tampilkan hasilnya. Logika pun terpenuhi.
Rasionalitas ketinggian sedangkan logika belum kemasukan. Dinding selera kah hambatannya? Bukan! Hambatannya adalah kebiasaan dari kecil di lingkungan tempatnya berkembang. Kemudian dengan rasio menjadi sangat mengagungkan perasaan, padahal itu hanyalah reaksi badan terhadap kebiasaan. Ah.. the way you think is the way you feel, our logic is our feeling. Kalau emosi? Emotion is the peak of believe system. Jadi, gimana caranya memapas rasionalitas menjadi alternatif konsekuensi logis adalah jalan komunikasi dengan remaja.
One who cannot command must obey. Yang tidak mampu menetapkan pilihan, pastilah ia menjalani pilihan orang lain. Bolos atau kabur kegiatan dari sekolah kan ngikutin kegiatan orang lain, mau main atau bisnis atau belajar sendiri itu kan pilihan yang dipilihkan orang lain yang dijalanin. Soalnya kalau pilihan sendiri, ada di sini dan tidak dikaburin.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
