AES 066 Rasio Logika Terapan
Memesan dua gorengan dari warung depan. Satunya masih panas barusan diangkat dari minyak panas, satu lagi masih berendam seperti jakusa di jakusi. Perlu sabar satu menit lagi.
Yang ditiriskan di atas jaring entah apa namanya itu tadi minyaknya sudah turun ke penampungan kaleng biskuit warna biru. Giliran yang baru matang diangkat dari jakusi minyak mendarat di jaring yang masih belum tau juga apa namanya itu. Ditiriskan, seperti mengeringkan menggantung terbalik hasil buruan.
Buruaaan! Gak bisa juga. Perlu sabar satu menit lagi agar bisa keduanya dimakan. Menunggu itu memang demikian, kalau sambil menunggu main hape itu bukan menunggu. Itu main hape. Menunggu ya menunggu. Main hape ya main hape. Sambil itu gak ada! Sambal, ada.
Selesai penungguan, dua gorengan panas di atas piring kertas. Yaaah.. bakal sampah. Selanjutnya bawa wadah ah.. Melihat sepasang gorengan dengan sepasang mata bikin sepasang telinga hilang kesadaran karena sepasang lubang hidung susah penuh sesak aroma keinginan.
Lalu bingung, makan yang mana duluan. Yang pertama diangkat tiriskan atau yang kedua. Karena masing-masing punya kualitas derajat kepanasannya masing-masing dalam kebersamaannya. Uhuy..
Kalau makan yang pertama jadi, yang didapatkan adalag dua gorengan suam-suam kuku. Panas tidak, dingin tidak, hangat tidak, dimakan iya. Kalau makan yang kedua jadi, yang didapatkan adalah satu gorengan panas dan satu gorengan dingin.
Sampai sini adalah penerapan rasio-nal. Semacam perbandingan.
Barulah masuk ke penerapan logika, ambil yang kedua. Karena, nah ini indikator penerapan logika ada kausalitas ditutup tindakan, tujuan awal kan ingin makan gorengan yang panas. Ambil, masukan mulut, kepanasan, belum jadi masuk mulut bibir sudah tersakiti. Refleks deh lepas cengkeraman, gorengan jatuh ke tanah becek bekas injakan ban. Yhaaa...
Lalu gambarnya kopi, bukan paste. Bukan gorengan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
