AES 069 Mulai dari yang gampang
Dalam bertransformasi menjadikan diri lebih baik, pernah ada yang bilang, "Untuk kesusahan itu gampang dan untuk bikin jadi gampang itu susah." Ternyata, enggak koq. Yang gampang ya gampang, yang susah ya susah. Memang akan beda berdasarkan kebiasaan dan kemampuannya. Semacam, untuk ikan berenang ya gampang banget sedangkan untuk kucing mungkin susah banget.
Untuk malas-malasan bagi kucing gampang banget, sedangkan untuk manusia lumayan susah. Coba deh malas-malasan sebulan lalu lihat siapa yang naruh makanan di atas piring kita. Susah gak tuh menerima kenyataan itu. Nah, kalau gak susah berarti nyusahin.
Untuk menjadikan suatu hal gampang perlu mulai dari yang gampang. Kalau mulai dari yang susah ya jadinya kesusahan lalu nyusahin dan berakhir dengan ketidak tuntasan, soalnya susah. Jadi kalau mau gampang memang perlu kecocokan karakter dan kemampuan dengan situasi kebutuhan lingkungan yang aktual, kemudian mulai dari yang gampang.

Karakter dan kemampuan pun gampang koq untuk ditemukan, tampilkan diri dan buat keberadaan diri terasa. Nanti pintu yang memang untuk kita akan terbuka. Langkah pertama yang selalu susah itu pun bukan langkahnya, karena langkah pertama bisa gampang kan. Yang susah melangkahnya itu lho, melangkah melaksanakan langkah pertama yang gampang itu.
Yang sudah pernah dilakuin dan masih berjalan. Setiap bangun pagi, setelah rapikan kasur, langsung meraih kusen pintu yang paling kuat. Pull Up! dua kali cukup. Kalau masih merasa mampu ya tambah satu, jadi tiga. Udah. Sudah olah raga lah hari itu itungannya. Gampang. Seminggu boleh lah lowong dua hari. Tuh, semakin gampang.
Mulai dari akhir dua ribu sembilan belas, sampai barusan sebelum ngetik tulisan ini. Sudah bisa dua belas angkatan sekali melakukan, gak sampai lima menit pula. Gampang sih, gitu doang. Efeknya ternyata luar biasa, ngebantu banget saat perlu manjat pohon mangga & alpukat pas lagi berbuah. Bonusnya saat di puncak pohon dan mengayun kena angin sambil melihat langit & langit-langit, itu meditatif. Ngeri memang, sekaligus tenang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
