AES 070 Menentukan Kecukupan
Kalau belum cukup untuk diri sendiri bagaimana merasa penuh dengan berbagi kepada orang lain. Yang ada nanti dua orang yang setengah penuh bersama-sama dalam ketidak cukupannya masing-masing.
Cukup itu segimana kalau begitu, bukan pertanyaan sebenarnya. Karena kecukupan diri ditentukan sendiri. Kalau masih nanya, kesannya kayak minta orang lain yang menentukan untuk dirinya sendiri.
Yang begini tidak akan pernah memenuhi kecukupan diri sendiri. Malah jadi sibuk memenuhi kecukupan orang lain melalui ketundukan diri kepada ketentuan orang lain. One who cannot command must* obey.
Malahan sepertinya tidak perlu ada pertanyaan soal kecukupan, justru yang perlu adalah pernyataan soal kecukupan. Cukup bagi diriku segini. Cukup bagi diriku segitu.
Pernyataan jelas butuh pengetahuan. Pengetahuan didapatkan dari pengalaman. Pengalaman dimulai dari mengetahui. Mengetahui dibuka oleh pertemuan dengan orang lain.
Pengetahuan beda dengan mengetahui. Pertemuan beda dengan papasan. Pengetahuan hasil dari mengetahui dan mengalami kemudian menuntaskan. Pertemuan mulai dari papasan, kenalan, obrolan, janjian, lalu perpisahan.
Iyalah, pisah. Kan rumahnya beda. Kalaupun serumah kan kamarnya beda. Kalaupun sekamar kan bantalnya beda. Kalau sama bantal nanti rebutan. Perang bantal. Isinya kemana-mana. Berantakan. Yang beresin siapa hayoo..
Oke cukup.
Jadi intinya kecukupan adalah ketentuan diri. Seberapa terisi yang memenuhi kecukupan diri.
Yah memang, banyak juga yang kecukupannya terpenuhi dengan membiarkan kecukupan dirinya tidak terpenuhi demi mengisi kecukupan orang lain yang jelas tidak akan terpenuhi juga.
Soalnya jatah satu dibagi dua atau tiga. Bisa jadi rasa penuhnya malahn ada pada jumlah kawan senasib. "Cukup lah ada tiga sampai empat orang yang setengah penuh sepertiku, bersama-sama dengan aku." Ujarnya dalam hati. Uhuy.. pake hati.
Cukup ah. Segini aja nulisnya.
*must : expressing an opinion about something that is logically very likely.
Komentar (2)
Cukup banget penjelasan tentang kecukupannya kak Leo. Cukup sekian aja komennya. Mudah2an cukup ya.
Cukup sudah untuk mencukupi sendiri
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES15 CUKUP
Tahun ke tahun selalu ada waktu yang membuatku lebih sibuk dari biasanya, adalah ketika kembali mengajar. Meski hanya dua hari dalam sepekan jatahku mengajar, kuakui hari itu layaknya hari suci bagiku. Tak ada hal yang bisa menggeser kecuali amat sangat mendesak. Namun, ada perbedaan besar yang kur…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…


