AtomicEssay

AES 075 Model mental

leoamuristpenulis arsip2

"Aku hanya ingin sendirian, tapi ditemani." Ujar setengah peserta kelompok diskusi fokus mahasiswa yang kemarin difasilitasi. Setengahnya lagi bilang, "Sebenarnya perlu teman beraktivitas yang sefrekuensi aja, seru itu kalau selevel."

Maksudnya selevel adalah keluasan wawasan. Karena dalam opini mereka, seru itu kalau ada kebersamaan yang masing-masingnya memiliki kesamaan atau keselarasan mental model. Fenomena bisa ditolerir, pola ada batas fleksibilitasnya, struktur sudah susah, jadi mental model is a must.

Penilaian ini memang menggunakan cara pandang system thinking. Kalau dijabarkan deskriptif, kepanjangan tulisannya nanti, jadi pake istilah spesifik aja ah (pemalas memang).

Jadi keinget seorang figur bilang, "Kalau bahasanya ketinggian ya kita yang perlu naik, bukan dia yang turun. Kalau disuapin terus ya gini lah kita, gak maju-maju. Mintanya buah yang turun nyamperin, bukan kita yang manjat pohon. Padahal yang mau buahnya kita."

Oke balik ke opini mahasiswa tingkat awal kuliah tadi. Pertanyaan pengarah focus group discussion (FGD) ini adalah "Apa sih yang kamu butuhkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan mentalmu?"

Populasi yang ingin sendirian tapi ditemani itu bilang, praktikalnya bisa meditasi bareng, nonton bareng, baca buku bareng, dan sejenisnya. Populasi yang ingin teman beraktivitas sefrekuensi bilang praktikalnya bisa main bareng, ngobrol bareng, bikin acara bareng.

Kemudian saya tanya, "Dari dua tipe kalian ini, kalau digabungkan untuk saling menemani dan dukung, bisa ga?"

Mereka bilang, "Bisa."

"Kenapa?"

"Karena walaupun katakanlah satu tipe introvert dan satu tipe ekstrovert, itu kan pola yang ada batas fleksibilitasnya, bahkan dari sisi fenomena pun ada toleransi; seberisik apa ekstrovert di telinga introvert dan sepasif apa introvert di mata esktrovert. Gak masalah. Karena struktur kami serupa dan mental model kami sama, komunikasi jadi mudah."

Struktur serupa maksudnya, tingkat pendidikan, lingkungan pergaulan, tipikal asuhan keluarga, semacam demografinya kali ya.

Mental model sama maksudnya, orientasi mereka adalah menjadi pribadi yang melampaui saat ini melalui jalan pendidikan dengan langkah proaktif nyamperin sumber pembelajaran.

Makanya mereka mau ikutan FGD ini tanpa banyak paksaan, saya kan ngajaknya cuma bilang (kirim teks WA sih tepatnya), "Mau kumpul dua jam simulasi FGD & sharing praktik cara berpikir sistem? Kalau mau konfirmasi kehadiran (zoom meeting), kalau ragu gausah."

Ekspektasi 15 orang, yang hadir 14.
Lumayan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41