AES 079 Tidak bisa ketemu

Pemahaman yang didapatkan dari pengalaman berbeda dengan pemahaman yang didapatkan dari pengetahuan. Persoalan sering muncul ketika praktisi berbagi ilmu dengan peneliti.
Seakan-akan sama, sepertinya selaras, Padahal kenyataannya pertemuan pemahaman antara yang mempelajari dan yang menghidupi itu tidak pernah terjadi. Kecuali, dalam ranah narasi dan fiksi.
Keduanya memiliki perspektif masing-masing. Satu di sudut ini, yang lain di sudut itu. Pertemuan tidak lain hanyalah upaya untuk meredakan rasa sendirian, karena melihat ada orang lain di area yang sama walaupun di pojok yang berbeda.
Pada kenyataannya selesai pertemuan masing masing akan kembali ke sudut nya masing masing. Mengerjakan pojokannya masing masing. Memahami Pemahamannya masing masing. Sendirian.
Dari penggambaran ini terlihat kan, Bahwa sesi berbagi dan ruang belajar bersama bukanlah soal materi. Malahan adalah soal being yang satu bertemu being yang lain. Karena jalan pengenalan aku selalu melalui yang bukan aku.
Seperti kita mengenali tangan kita sendiri, memahaminya, bahkan menguasainya menggerakannya, bukan melalui tangan ini. Justru melalui batu, cangkir, rambut, pulpen, bahkan melalui tangan orang lain, yang kita pernah genggam.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…


