AES 08 _ SPONTAN itu belum tentu DADAKAN

Bagaimana jika ada orang lain yang tiba-tiba masuk kelompok dan mengikuti kegiatan?
Bagaimana respon orang-orang tersebut?
Pasti akan mengherankan dan terlihat aneh.
Bahkan mungkin akan mengganggu suasana siklus kelompok tersebut.
Kira-kira hal tersebut yang akan muncul untuk bentuk performance act yang bersifat spontan. Ide liar bermunculan dengan bertambahnya referensi pertunjukkan teater atau drama yang bentuknya tidak biasa. Mungkin kita mengetahuinya dengan istilah seni yang abstrak atau kontemporer. Ada rasa juga kesan yang berbeda saat penonton diajak menjadi bagian dari pertunjukkan. Bahkan mungkin penonton belum atau tidak mengetahui bahwa pertunjukkan tersebut sudah dimulai. Wah, tampaknya akan menarik bila teman-teman bisa membuat pertunjukkan tersebut di Rumah Belajar Semi Palar!
Drama dan teater sudah sering ditampilkan oleh banyak jenjang di Smipa. Tentunya dengan kreativitas yang besar yang dimiliki teman-teman Smipa, perlu adanya inovasi ataupun bentuk baru dan unik untuk membangun imajinasi yang lebih luas. Saya pun terpikir bentuk pertunjukkan yang spontan namun berkesinambungan. Misalnya pertunjukkan ini dilakukan selama beberapa hari namun dengan durasi yang pendek per pertunjukkan. Bentuknya yaitu mengambil peran sebagai orang lain atau menjadi bagian dari makhluk hidup yang ada di sebuah lingkungan. Untuk konteks SMIPA, bisa menjadi Kakak, adik/kakak murid, tanaman, ataupun hewan yang ada di lingkungan. Pertunjukkan ini pun harus tidak terbaca/terdeteksi, sehingga menjadi suatu hal yang mengagetkan dan spontan.
Sesuai dengan ide yang liar, tantangannya pun tentu besar. Terutama respon dan program kelompok lain yang sudah diprogramkan. Meskipun begitu, bentuk pertunjukkan spontan ini harapannya dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian diri juga lingkungan. Selain itu, bagi pemeran dapat meningkatkan kemampuan literasi diri dan lingkungan dengan akan bertemu situasi yang berbeda dan tidak akan selalu sesuai rencana.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 18 Berbagi dalam Ruang Belajar
Sudah cukup lama saya tidak menulis di ruang ini.Hari ini, tiba-tiba muncul dorongan untuk kembali berbagi. Hampir dua tahun sejak saya “graduate” dari rumah belajar, saya menjalani perjalanan yang penuh tantangan. Syukur, perjalanan itu justru membuka banyak kesempatan untuk bertemu dengan ruang-r…
AES17 _ Hening sebagai bagian dari menjadi Insan Manusia (Human Being)
(Hanya berbagi refleksi diri...) Proses yang terus akan terjadi pada manusia yaitu menjadi insan manusia. Kalimat tersebut masih terus terngiang dalam pikiran dan hati. Saya selalu meyakini setiap benda (hidup, mati, nyata, gaib) yang ada di semesta ini memiliki spirit atau energi. Energi ini tak t…
AES 16 Manusia dan Nurani (Opini diri)
Terbuka… Berani mengungkap… Mau mendengar… Manusia adalah makhluk sosial.. Membutuhkan orang lain untuk dapat hidup.. Sehingga mengutamakan berbagai cara untuk dapat selamat meski kadang mengorbankan manusia lainnya.. Hukum rimba … mungkin istilah itu masih ada dalam kehidupan manusia.. Yang kuat..…