AES 09 _ Bergerak dengan sadar (jilid 1)

Budaya yang kami coba terapkan pada keseharian kegiatan bersama teman-teman yaitu olahan gerak tubuh. Berbagai macam bentuk kami gunakan mulai dari gerakan sederhana, senam, bela diri, sampai olahan dengan mengadaptasi teater. Hingga kami pun mendatangkan seorang narsum yang memberikan pengalaman menarik bagi kami.View Point, adalah salah satu teknis olahan yang digunakan dalam olahan program kami. Hal menarik yaitu, kami tidak mengetahui secara pasti teori dari olahan tersebut. Namun, narsum langsung memberikan pelatihan dengan bergerak sesuai arahan beliau.
Dalam pelaksanaannya, kami diajak untuk terus bergerak sesuai dengan keinginan kami. Hanya saja narsum memberikan beberapa petunjuk sebagai batasan kesadaran gerak kita. Mulai dari tempo, yaitu kecepatan saat kita bergerak. Lalu ada durasi, yaitu lama kita bergerak. Selanjutnya, respon kinestetik yaitu bergerak dengan merespon orang di sekitar. Dan repetisi pengulangan gerakan. Ternyata dari batasan tersebut dapat menciptakan suatu kombinasi gerak yang menarik dan beragam. Saat ini kami memang mengajak kami semua untuk merasakan pengalaman fisik dan rasa sebagai awalan dalam mengolah informasi.
Setelah kegiatan kami pun berdiskusi terkait View Point, ada beberapa pemaknaan yang terungkapkan teman-teman. Misalnya, “ViewPoint adalah salah satu cara refleksi dan evaluasi dalam diri kita sebagai pemain dan penonton dengan menyaksikan kembali perilaku kita dalam rekaman video.” “Selain itu, ViewPoint juga memecah berbagai gerakan dari beberapa sudut pandang yang diberikan.” Pemaknaan menarik yang didapatkan dari teman-teman. Sedangkan bagi saya, kegiatan Viewpoint ini lebih menarik karena sebagai salah satu media untuk membangun kesadaran. Karena dalam prosesnya, kita diajak untuk bergerak dengan sadar pada setiap petunjuk instruksi. Sehingga kita tahu betul kemana dan bagaimana kita akan bergerak. Sadar akan tujuan, mulai dari awal bergerak, jeda di tengah perjalanan, hingga akhir kita akan berada.
Pengalaman yang menarik, sekaligus membuka gerbang baru dalam pembelajaran hidup. Pertanyaannya, seberapa sadar kita bergerak mengikuti ritme dalam kehidupan kita?
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 18 Berbagi dalam Ruang Belajar
Sudah cukup lama saya tidak menulis di ruang ini.Hari ini, tiba-tiba muncul dorongan untuk kembali berbagi. Hampir dua tahun sejak saya “graduate” dari rumah belajar, saya menjalani perjalanan yang penuh tantangan. Syukur, perjalanan itu justru membuka banyak kesempatan untuk bertemu dengan ruang-r…
AES17 _ Hening sebagai bagian dari menjadi Insan Manusia (Human Being)
(Hanya berbagi refleksi diri...) Proses yang terus akan terjadi pada manusia yaitu menjadi insan manusia. Kalimat tersebut masih terus terngiang dalam pikiran dan hati. Saya selalu meyakini setiap benda (hidup, mati, nyata, gaib) yang ada di semesta ini memiliki spirit atau energi. Energi ini tak t…
AES 16 Manusia dan Nurani (Opini diri)
Terbuka… Berani mengungkap… Mau mendengar… Manusia adalah makhluk sosial.. Membutuhkan orang lain untuk dapat hidup.. Sehingga mengutamakan berbagai cara untuk dapat selamat meski kadang mengorbankan manusia lainnya.. Hukum rimba … mungkin istilah itu masih ada dalam kehidupan manusia.. Yang kuat..…