AES 108 Seperti Pernah

Kita membicarakan kebebasan, seperti pernah bebas saja. Kita memberikan pemahaman seperti, pernah paham saja. Kita menyarankan masa depan seperti pernah mengalaminya saja.
Bagaimana bisa yang tidak melakukan eksperimen menemukan pengetahuan? Bagaimana bisa yang tidak menemukan pengetahuan menjalani pengalaman? Bagaimana bisa yang tidak menjalani pengalaman menciptakan inovasi?
Bagaimana bisa yang tidak menciptakan inovasi berbagi cerita seperti pernah saja? Jawabannya adalah, salah satu jawabannya adalah imitasi. Kita melihat, kita meniru. Kebijaksanaan imitasi pun adalah kebijaksanaan.
Biarpun demikian, tetaplah tiruan. Yang bukan persoalan dan tidak perlu jadi permasalahan, kalau memang merasa cukup dan berguna dalam menjalani kehidupan sekarang.
Karena sisi dalam adalah pemaknaan dan sisi luar adalah kebermanfaatan. Keduanya saling terkait dan mempengaruhi. Bagaimana bisa bermanfaat kalau tidak bermakna dan bagaimana bisa bermakna kalau tidak bermanfaat?
Lagi-lagi, salah satu jawabannya adalah imitasi makna dan imitasi manfaat. Yang lagi-lagi, bukan persoalan dan tidak perlu dipermasalahkan kalau memang makna dan manfaat yang imitasi ini sudah cukup memenuhi kebutuhan diri saat ini.
Kalau belum cukup, marilah ganti imitasi yang bijaksana itu dengan orisinal yang bijaksini ini. Menjadi otentik mulai dari eksperimen untuk menemukan pengetahuan. Biarpun seperti pernah, ini adalah hal baru.
Kemudian penemuan pengetahuan itu dijalani sebagai pengalaman. Yang biarpun seperti pernah, ini adalah hal baru karena terjadi sekarang dan saat ini bukan di masa lalu terdahulu.
Lanjutkan dengan menciptakan inovasi berdasarkan pengalaman tadi. Barulah layak untuk berbagi cerita, mengenai makna yang mendalam ke dalam dan manfaat yang meluas ke luar.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
