AES 114 Wadah & Isi

Yang besar wadahnya walaupun kecil isinya, lebih baik daripada yang besar isinya dengan kecil wadahnya. Karena wadah besar memiliki potensi untuk diisi lagi, apalagi kalau yang telah terisi masih kecil atau sedikit. Kalau yang isinya besar atau banyak dengan wadah yang kecil atau sempit, potensinya sudah habis terpenuhi.
Wadah besar isi kecil, potensinya inspirasi tindak lanjutnya belajar, langkah pertamanya mendengarkan. Wadah kecil isi besar, potensinya aspirasi, tindak lanjutnya pengulangan pengetahuan, langkah pertamanya berbicara. Memang perlu bertemu keduanya di satu ruang, interaksi satu arah terjadi kemudian.
Pada saatnya ada pilihan, melanjutkan ke-satu arah-an barusan atau jadikan dua arah. Ini menakutkan, karena yang searah tinggal diulang-ulang sedangkan yang dua arah selalu melahirkan kebaruan. Bukan hal baru yang kita takutkan, justru kehilangan hal lama yang jadi kebiasaan berulang.
Kepekaan perlu dipasang karena perbedaan setipis bulu hidung. Aroma kebaruan yang hadir apakah kebaruan cara mengulang-ulang atau benar hal baru yang lahir dari keterbukaan. Bedanya besar dan jaraknya lebar, dampaknya jangka panjang. Benar hal baru membuat tergerak, hanya cara baru mengulang membuat terdiam.
Malas indikatornya, karena malas itu tidak ada. Yang ada hanya kebaruan atau kebiasaan. Aroma cara baru mengulang terasa sangat memalaskan. Aroma hal baru yang benar baru terasa selalu menyegarkan. Lalu kebaruan munculnya bagaimana untuk kedua tipe wadah-isi tadi?
Wadan besar isi kecil, kebaruan muncul dari keterbukaan menerima apapun. Apapun. Karena kalau tidak menerima, mana tahu yang perlu dibuang atau disimpan. Kemudian menyimpan yang sesuai untuk merangkaikannya menjadi suatu kebaruan yang mengembangkan.
Wadah kecil isi besar, kebaruan muncul dari penghancuran. Wadahnya perlu dihancurkan dan isinya perlu tumpah kemana-mana. Hilang entah kemana. Seperti teh yang cangkirnya pecah. Barulah menemukan ruang yang lebih luas, bukankah teh yang hilang tadi masih ada di ruangan ini. Sehingga wadahnya bukan lagi cangkir, justru ruangan ini.
Demikianlah si wadah kecil isi besar bertransformasi menjadi sang wadah besar isi kecil. Indikatornya? Berhenti terlalu banyak meminta, menunggu, meminta, menunggu, meminta, menunggu, dst begitu. Mulai mengajukan, mengubah ajuan, mengajukan, mengubah ajuan, mengajukan, mengubah ajuan, dst begitu.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…


