AtomicEssay

AES 115 Kronis

leoamuristpenulis arsip2

Hipotesis terbaru dari penelitian lanjutan di tahun 2020 yang lalu bilang, "kondisi pikiran kita yang mengetahui kalau kita mengetahui, selalu diikuti perubahan kondisi badan kita." Jadi kelintas kata-kata para mistik jaman dulu, "kesadaran adalah usaha untuk tetap sadar dengan menyadari kesadaran itu." Kalau istilah singkatnya, kemenyadaran.

Hasil penelitian terbaru itu juga bilang kalau, yang membuat manusia umurnya lebih pendek adalah ketidak bahagiaan yang menerus. Lebih tepatnya adalah stress kronis. Lebih lebih tepatnya lagi adalah chronic microstress. Biasanya terjadi pada orang "kecil", secara status, materi, bahkan sampai rasa syukur.

Biarpun orang "besar" misalnya CEO mengalami stress akut, biasanya di waktu tertentu dalam satu hari mereka memiliki jeda untuk menyamankan diri. Hening, tenang, damai. Bukan karena abai, malahan karena mengetahui pengetahuan mengenai pentingnya santai sebagai pasangan stress. Lalu melaksanakannya.

Orang "kecil" mengalami stress kronis karena mengetahui pengetahuan yang sama juga, bedanya mereka memikirkannya. Sehingga jeda, hening, damai yang diketahuinya tidak dilaksanakan malahan dipikirkan ulang dan menjadi bentuk stress yang baru. Situasi kronis ini yang melepaskan cortisol terus-terusan, mematikan organ dalam.

"Besar" dan "kecil" lebih dispesifikan lagi kepada kekuasaan dan kendali. Bahkan dalam bentuk potensi saja sudah berpengaruh. Misalnya dengan pendekatan kepemilikan uang, yang memiliki tabungan tunai sepuluh milyar akan lebih besar potensi/kekuasaan/kendali yang dimilikinya daripada yang tabungannya seratus juta.

Tentu saja, lingkungan sangat berpengaruh dari sisi akses. Sepuluh milyar membuka seratus kali lipat akses daripada yang seratus juta. Semakin terlihat keterhubungan dunia dalam dengan dunia luar, individu dengan sosial, diri dengan lingkungan, dalam bentuk seberapa besar kekuasaan/kendali/potensi diri.

Kembali pada pola yang tertulis di paragraf pertama, yang terpenting dari kekuasaan adalah menguasainya. Seperti menyadari kesadaran kita sebut kemenyadaran, menguasai kekuasaan kita sebut penguasaan. Kemenyadaran membutuhkan penguasaan, frasa mudahnya: menguasai kesadaran diri.

Salah satu rekomendasi dari penelitian ini untuk kita kalau mau sehat dan berumur panjang, umur panjang kan konsekuensi dari sehat yak, adalah menjadi orang besar! Bukan dengan cara berburu recehan untuk mengumpulkan sepuluh milyar, malahan dengan menguasai apa yang dapat dikuasai saja, sepenuhnya.

Istilah para mistik jaman dulu sih, kendalikan apa yang bisa dikendalikan dan lepaskan apa yang tidak bisa. Kalau semua orang melakukan hal ini, independensi masing-masing akan mengantarkan kepada interdependensi bersama. Sesuai istilahnya, individu, in-divide, tak terpisahkan. We all are one. Dengan catatan penting:

Gak bisa langsung begitu saja, masing-masing perlu bisa mandiri sebagai dasar agar bisa bersama-sama beradaptasi. Sehingga jalinan ini membawa kebermanfaatan bersama dan terjadilah evolusi. Seperti sejarah homo sapiens menguasai bumi kan begini. Kita pun, masih homo sapiens. Iya kan?!

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41