AES 119 Tunggu

Tunggu, satu napas dulu.
Tunggu, satu napas dalam dulu.
Tunggu, satu napas dalam perlahan dulu.
Tunggu, satu napas dalam perlahan sadar dulu.
Barulah kemudian gerakan mengikutinya.
Barulah kemudian perkataan mengikutinya.
Barulah kemudian pemikiran mengikutinya.
Bernapaslah dengan lembut, bahkan kalau perlu sampai tidak terasa sedang bernapas. Karena dengan demikian mampulah menyadari ketidak terasaan itu. Melampaui rasa.
Bernapaslah dengan sedikit, seperlunya, senikmatnya. If we enjoy it, we need it very little. Berlebihan tidak baik, berkekurangan pun sama tidak baiknya. Yang pas saja.
Bernapaslah dengan bebas, melampaui organ pernapasan, melampaui teori bernapas, bahkan melampaui praktik bernapas. Merasuk dalam ranah imajinasi, mengendarai pikiran, melalui pemikiran, merasuk ke badan, perasaan, hingga penampilan. Sadari coba, reaksi kimia yang terjadi oleh ritme gerak dari postur napas itu.
Melampaui kecepatan, menjaga ketepatan, hanya ada satu jalan.
Tunggu.
Tunggulah satu napas berlalu.
Baru meledaklah dengan indah.
Komentar (1)
Dan sangat suka dengan kalimat pamungkasnya : meledaklah dengan indah...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

