AES 12+1 _ Perjalanan Kosong

Perjalanan kosong...
adalah pemikiran yang kini ku coba tanamkan dalam setiap petualangan yang akan dilalui.
Kok, kosong? Kan harusnya berisi donk!
Nah, itu yang sebetulnya ingin didapatkan yaitu makna.
Jadi, ya dibiarkan kosong agar bisa diisi dengan makna. Apakah makna yang baru ataupun makna yang sebetulnya sudah kita tahu, namun kerap kali kita lupakan.
Petualangan dan perjalanan yang ku lalui di minggu ini terasa saling berkaitan. Dengan petualangan berkendaraan sendiri dilanjut perjalanan kaki, saling menggenapi kepingan rasa yang tidak pernah utuh. Saat momotoran sendiri, aku merasakan ada kekosongan yang terisi karena ada target dan tujuan yang direncanakan dapat terpenuhi.
Namun untuk perjalanan kaki, aku tidak memikirkan tujuan tertentu. Aku mencoba menerapkan perjalanan kosong yang terisi sejalannya pertualangan tersebut. Entah apa atau sebanyak apa? Tentunya bagiku belum bisa diungkapkan secara jelas namun semoga bisa dimaknai dengan kesadaran diri sehingga dapat bermanfaat untuk semuanya.
Tak ada salahnya mengikuti sesuai tanpa tujuan yang mengikat, karena dibalik itu semua ku yakini kan memberikan kepingan baru yang semakin memperkaya puzzle hidup kita.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 18 Berbagi dalam Ruang Belajar
Sudah cukup lama saya tidak menulis di ruang ini.Hari ini, tiba-tiba muncul dorongan untuk kembali berbagi. Hampir dua tahun sejak saya “graduate” dari rumah belajar, saya menjalani perjalanan yang penuh tantangan. Syukur, perjalanan itu justru membuka banyak kesempatan untuk bertemu dengan ruang-r…
AES17 _ Hening sebagai bagian dari menjadi Insan Manusia (Human Being)
(Hanya berbagi refleksi diri...) Proses yang terus akan terjadi pada manusia yaitu menjadi insan manusia. Kalimat tersebut masih terus terngiang dalam pikiran dan hati. Saya selalu meyakini setiap benda (hidup, mati, nyata, gaib) yang ada di semesta ini memiliki spirit atau energi. Energi ini tak t…
AES 16 Manusia dan Nurani (Opini diri)
Terbuka… Berani mengungkap… Mau mendengar… Manusia adalah makhluk sosial.. Membutuhkan orang lain untuk dapat hidup.. Sehingga mengutamakan berbagai cara untuk dapat selamat meski kadang mengorbankan manusia lainnya.. Hukum rimba … mungkin istilah itu masih ada dalam kehidupan manusia.. Yang kuat..…