AES 123 Kuasa

Seringkali kita merasa memiliki kuasa.
Sehingga kesempatan yang dititipkan, kita habiskan tanpa menyisakan untuk dia yang butuh kemudian.
Sehingga akses yang dipercayakan, kita gunakan tanpa menghiraukan dia yang menanggung wewenang.
Sehingga lambang yang disematkan, kita gunakan tanpa kepatutan tata cara penggunaan yang elegan.
Seringkali kita merasa memiliki kuasa.
Hanya karena mengerti hal yang tidak dimengerti orang lain.
Hanya karena memiliki hal yang tidak dimiliki orang lain.
Hanya karena melakukan hal yang tidak dilakukan orang lain.
Tidak heran jadinya banyak kejadian memberatkan yang melahirkan banyak peraturan.
Ketidak tahuan melahirkan rasa memiliki kekuasaan.
Pengetahuan membutuhkan waktu untuk merasuk badan.
Aturan adalah jalan cepat untuk membuat pengalaman.
Dengan harapan, pengalaman yang merasuk badan menghadirkan pengetahuan.
Bahwa elegan adalah suatu keniscayaan bagi pemegang kekuasaan.
Dillaksanakan jadinya pembebasan.
Diabaikan jadinya pengekangan.
Elegan membutuhkan prosedur pelaksanaan.
Bagaimana caranya tahu?
Tanya.
Tanya?
Apa yang perlu kulakukan kalau ku hendak melakukan...
Oh..
Ya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

