AtomicEssay

AES 130 I Think I Think

leoamuristpenulis arsip2

Kupikir ku mikir. Padahal enggak. “Iya gak?”
“Tergantung.” Jawaban ini pun mengonfirmasi.

Jawaban tergantung mengindikasikan ketidak mampuan berpikir yang ditutupi dengan memikirkannya. Memikirkan ketidak mampuan berpikir, bukan berpikir. Buktinya, jawabannya aja tergantung. Ngambang. Ngawang. Kegantung.

Jawaban selalu terletak, bukan tergantung. Berpikir selalu menapak, bukan mengawang. Kalau aku pikir aku mikir, bukan berpikir itu. Tergantung selalu lah jawabannya, tidak ada jawaban sama sekali jadinya. Awan hanya meneduhkan, air hujan lah yang menumbuhkan.

Aku pikir aku mikir, hanyalah peneduhan kesadaran dan menenang-nenangkan kemenyadaran. Karena kesadaran itu menggelisahkan diri, makanya perlu ditindak lanjuti dengan berpikir agar tersalurkan ke luar sebagai guna dan kembali ke dalam sebagai darma.

Bukan tindak lanjutnya dengan memikirkan (i think i think) yang malah menggusarkan ke luar dan kembali menggelisahkan ke dalam. Seperti tulisan saya sebelumnya yang menceritakan seringkali kita tertukar antara budi dan bakti, balas budi dan balas bakti. Lelah tanpa arah, kalau istilah kekiniannya.

Berpikir adalah bertindak. Kaki di tanah, tangan di perangkat, mata di titik pahat. Manusia adalah pematung sekaligus patung yang sedang dibuatnya sendiri. The way we think is the way we feel. Hati-hati dengan jebakan belajar (atau berpikir) karena,

“Kalau kita tidak mengetahui apa-apa, kita tidak bisa belajar apa-apa. Kalau kita sudah mengetahui apa-apa, kita tidak bisa belajar apa-apa.”

“Tergantung, karena kita gak tahu apa-apa jadinya kita belajar kan.” Jawaban yang muncul merespon frasa di atas, dari kita yang berpikir kalau kita berpikir.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41