AtomicEssay

AES 133 Aku, Kamu, dan Dia

leoamuristpenulis arsip2

Aku bilang samamu, dia memang begitu. Kepenuhannya sudah terisi, tak ada lagi yang bisa diperbuat selain ekspresi. Memang seringkali terlalu lugas, seperti biasa kan kalau yang terlalu itu tidak baik juga. Bahkan ekpresi kepenuhannya itu seringkali bukan hanya meluap, bukan sekadar tumpah, bahkan sampai menyemprot kemana-mana. Dengan pembenaran yang memang benar juga, dengan kebanggaan akan pembenaran yang benar itu, hanya ya itu tadi terlalu lugas jadinya getas.

Aku bilang sama dia, kamu memang begini. Kepenuhannya belum terisi, masih banyak yang ingin diserap makanya selalu haus inspirasi. Memang seringkali terlalu pasif, menunggu menanti kemudian terdiam mengalihkan malahan cenderung lari. Kemudian balik lagi. Karena butuhnya di sini. Untuk saat ini. Bukankah perjalanan itu akan berakhir seperti yang terduga yaitu, kamu menjadi seperti dia. Yang direspon olehnya dengan ekspresi kepenuhannya yang penuh penilaian kepadamu.

Dia bilang ke kamu, seperti yang tertuliskan di paragraf satu. Kamu bilang ke dia, seperti yang tertuliskan di paragraf dua. Obrolan kamu dengan aku tidak diketahui oleh dia. Obrolan dia dengan aku tidak diketahui oleh kamu. Obrolan kamu dengan dia pun tidak diketahui oleh aku. Obrolan dia dengan kamu juga tidak kuketahui. Seperti kalian tidak mengetahui obrolanku dengan aku. Demikianlah kedamaian terjadi dari kesaling mengertian akan ketidak tahuan masing-masing, yang disadari saja sendiri-sendiri.

“Baik lah ketidak tahuan kita berdasarkan pengetahuan, bukan pengabaian yang bebal karena terlalu tegang berpegang pada kepercayaan usang.”

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41